Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya kembali menggelar perhelatan akbar tahunan, Aksi Spotic (Apresiasi Kreasi Seni Islam, Sport, and Mathematics) 2026. Acara yang menjadi panggung kreativitas siswa ini dibuka dengan semangat tinggi di tengah momentum awal tahun.
Pembukaan sekaligus agenda Aksi Spotic tersebut dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Ahad (11/1/2026). Yang lebih spesial, selain dihadiri Kepala, guru, dan siswa SD/MI Muhammadiyah se-kota Surabaya, kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Febrina Kusumawati SSi MM, hadir juga Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Drs. H. Marjuki, MA.
Ketua K3S SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya, Amang Muadzam, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa gelaran tahun ini terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan pelantikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang baru.
Dalam kesempatan tersebut, Amang Muadzam menegaskan komitmen sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota.
”Kami selaku SD/MI Muhammadiyah Surabaya siap mendukung dan bersinergi dalam rangka memajukan pendidikan di Kota Surabaya,” tegasnya.
Aksi Spotic 2026 menyuguhkan 16 cabang perlombaan yang telah dimulai sejak Jumat lalu. Rangkaian lomba meliputi bidang olahraga (sprint, estafet, panahan, dan futsal), seni Islam (nasyid, tahfidz, qira’ah, berkisah), hingga kompetisi akademik seperti Olimpiade Ismu in English/Arabic, Sains, dan Matematika.
Uniknya, tahun ini kompetisi tidak hanya diperuntukkan bagi siswa, tetapi juga bagi para guru melalui lomba Inovasi Pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk mendorong para pendidik agar lebih melek teknologi sesuai dengan tren perkembangan teknologi pendidikan saat ini.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah rencana penandatanganan kerja sama antara K3S SD/MI Muhammadiyah Surabaya dengan Umsura.
Kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan mahasiswa asing dari Umsura ke sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk menjadi mentor dan pendamping siswa. Program ini akan melengkapi program yang sudah berjalan seperti Teacher Exchange (pertukaran guru) dan Student Exchange (pertukaran pelajar) dengan institusi luar negeri.
Menutup sambutannya, Amang Muadzam memotivasi seluruh peserta agar tampil percaya diri. Ia menekankan bahwa seluruh peserta yang hadir adalah juara karena merupakan pilihan terbaik dari sekolah masing-masing.
”Laksanakan Aksi Spotic ini dengan penuh semangat, sportifitas, dedikasi, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Akhlakul Karimah,” pesannya menutup sambutan sebelum acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Febrina Kusumawati SSi MM memberikan apresiasi luar biasa terhadap penyelenggaraan Aksi Spotic 2026 yang diinisiasi oleh K3S SD/MI Muhammadiyah Surabaya. Ia pun menilai ajang ini sebagai langkah nyata insan pendidikan dalam menggali bibit-bibit unggul di Kota Pahlawan.
Dalam keterangannya, Febrina menekankan bahwa Aksi Spotic telah menjadi agenda tahunan yang sangat efektif untuk mengasah kemampuan siswa secara berkelanjutan.
Wadah Penjaringan Bibit Unggul
Menurut Febrina, konsistensi Muhammadiyah dalam menyelenggarakan acara ini memberikan dampak positif bagi kualitas pendidikan di Surabaya secara luas. Meskipun acara ini berada di bawah naungan organisasi Muhammadiyah, beliau melihat tujuan akhirnya tetap selaras dengan visi kota.
”Ini adalah salah satu bentuk bahwa insan pendidikan mulai mencari bibit-bibit yang luar biasa. Tujuannya satu, bagaimana kualitas pendidikan di Kota Surabaya terus meningkat,” ujar Febrina penuh semangat.
Melihat banyaknya cabang lomba yang diselenggarakan setiap tahunnya, Kepala Dinas Pendidikan berharap agar para pemenang tidak lekas berpuas diri.
Ia mendorong adanya target yang lebih tinggi bagi para alumnus juara Aksi Spotic untuk bisa berprestasi di level yang lebih luas.
”Harapan kita, semakin ke depan harus ada target. Jika tahun lalu sudah berhasil di sini, maka adik-adik yang sudah lulus menjadi pemenang harus didorong menuju level yang lebih tinggi lagi,” imbuhnya.
Selain aspek kompetisi, Febrina menilai Aksi Spotic sebagai ruang eksplorasi yang kaya bagi anak didik. Melalui berbagai lomba seni, olahraga, hingga akademik, siswa memiliki kesempatan untuk mengenali potensi diri mereka sedari dini.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus memberikan pengayaan luar biasa bagi siswa untuk mengeksplorasi kemampuan, bakat, dan karakter mereka dalam suasana kompetisi yang sehat.
Sementara itu, Wakil Ketua PDM Kota Surabaya, Drs. H. Marjuki, MA., memberikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya Aksi Spotic 2026. Ia menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan instrumen penting dalam pembentukan karakter kader Muhammadiyah sejak dini.
Marjuki menyoroti tiga nilai utama yang menjadi fondasi kesuksesan Aksi Spotic tahun ini, yakni Sportivitas sebagai Sarana Dakwah.
Bagi Muhammadiyah, kompetisi adalah bagian dari dakwah. H. Marjuki menekankan pentingnya menanamkan mentalitas juara yang rendah hati dan daya juang yang tidak mudah menyerah.
”Anak-anak yang menang tidak boleh berbangga hati secara berlebihan, dan yang kalah harus memiliki keberanian untuk bangkit melanjutkan kariernya. Inilah kader Muhammadiyah yang asli; menang tak bangga, kalah tak putus asa,” ujarnya.
Kedua, Ajang Silaturahmi Keluarga Besar. Aksi Spotic menjadi momentum bertemunya ribuan siswa dari berbagai sekolah Muhammadiyah di Surabaya. Marjuki berharap perbedaan sekolah tidak menjadi sekat, melainkan menjadi penguat ikatan kekeluargaan. Melalui ajang ini, anak-anak diharapkan bisa saling berkomunikasi, bertemu, serta saling asah, asih, dan asuh sebagai satu keluarga besar Muhammadiyah Surabaya.
Ketiga, Laboratorium Penggalian Potensi. Marjuki mengibaratkan Aksi Spotic sebagai sebuah laboratorium pendidikan. Di sinilah potensi siswa disemai dan dibina oleh para pendamping hingga menjadi sosok juara yang mampu mengharumkan nama organisasi dan daerah.
Ia pun juga memuji rekam jejak siswa-siswi SD Muhammadiyah di Surabaya, seperti SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) dan sekolah lainnya, yang telah terbukti mampu menembus seleksi hingga tingkat internasional.
”Ini adalah harapan besar kami di PDM Surabaya. Semoga melalui laboratorium Spotic ini, lahir generasi yang membanggakan tidak hanya di Surabaya dan Jawa Timur, tapi juga di kancah internasional,” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments