Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Haedar Nashir Hadiri Pemusnahan 2,1 Ton Narkoba, Serukan Gerakan Moral Selamatkan Bangsa

Iklan Landscape Smamda
Haedar Nashir Hadiri Pemusnahan 2,1 Ton Narkoba, Serukan Gerakan Moral Selamatkan Bangsa
Pemusnahan narkoba yang diimpin Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Rabu (29/10/2025). Foto: Istimewa
pwmu.co -

Presiden Prabowo Subianto memimpin pemusnahan barang bukti narkoba seberat 2,1 ton dari total seberat 214,84 ton di Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Dalam acara yang dihadiri berbagai tokoh agama dan pimpinan ormas nasional itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir menegaskan komitmen penuh Muhammadiyah untuk mendukung upaya pemerintah memberantas peredaran narkoba yang telah merusak generasi muda bangsa.

Haedar menegaskan, kehadiran Muhammadiyah dalam kegiatan ini merupakan bentuk pemihakan moral dan keagamaan terhadap gerakan penyelamatan bangsa dari ancaman narkoba, yang telah merusak sendi-sendi kehidupan dan masa depan generasi muda Indonesia.

Kehadiran Haedar bersama para tokoh agama adalah bagian dari komitmen bersama untuk menyelamatkan generasi bangsa. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada apa yang Allah perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.’ (QS At-Tahrim: 6)”

Presiden Prabowo dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, selama satu tahun masa pemerintahannya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Haedar turut menyampaikan penghargaan yang sama kepada Kapolri dan seluruh jajaran atas kerja keras dan keberhasilan tersebut.

“Narkoba dengan segala jenisnya — termasuk sabu-sabu dan ganja — adalah ancaman serius bagi masa depan bangsa. Pemusnahan besar-besaran ini merupakan peringatan keras bagi seluruh elemen bangsa tentang bahaya besar narkoba yang dapat menghancurkan generasi, bahkan anak-anak dan perempuan kini menjadi sasaran peredaran barang haram ini,” tegas Haedar.

Lebih lanjut, Haedar menyerukan pentingnya pembentukan ekosistem sosial yang sehat dan terintegrasi dalam gerakan antinarkoba, mulai dari keluarga, sekolah, lembaga pendidikan, hingga seluruh institusi sosial.

“Selain penindakan hukum yang tegas dan keras, perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan secara terstruktur, sistematik, dan masif. Indonesia dengan wilayah yang luas dan penduduk yang besar berpotensi menjadi sasaran empuk jaringan internasional narkoba. Maka, tidak boleh ada kompromi bagi segala bentuk peredaran narkoba yang merusak masa depan Indonesia,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu