Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir MSi menyampaikan pesan penting dalam Tasyakur Milad ke-110 Suara Muhammadiyah (SM) di SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Rabu malam (13/8/2025).
Haedar menegaskan, SM yang merupakan salah satu media tertua di Indonesia mampu bertahan tangguh menghadapi berbagai tantangan. Media ini hadir sejak masa KH Ahmad Dahlan bersama para generasi awal Muhammadiyah.
“Kokohnya SM hingga saat ini adalah wujud jihad, ijtihad, dan edukasi yang terus dilakukan,” ujarnya dikutip dalam laman Muhammadiyah.or.id.
Ia lalu menguraikan tiga hal penting yang perlu diperkuat demi keberlanjutan Amal Usaha Muhammadiyah, khususnya SM.
Pertama, di tengah arus perubahan yang kompleks, media harus memiliki dan menampilkan kekuatan yang selaras perkembangan zaman. Salah satunya dengan mengembangkan dimensi ekonomi.
“Kita sudah memulai gerakan dengan jihad, ijtihad, dan edukasi. Kini, SM perlu menambah dimensi ekonomi. Hal ini sudah ditekankan sejak Muktamar Surakarta,” jelasnya.
Kedua, nilai-nilai Islam berkemajuan harus terus dikembangkan dan diwariskan. Menurut Haedar, Muhammadiyah masih perlu melakukan pengayaan nilai agar risalah Islam berkemajuan semakin kokoh.
“Islam berkemajuan itu simpel: Islam yang mencerdaskan, mencerahkan, memberdayakan, dan memajukan. Agama itu awalnya cerah, bersinar. Ia redup bukan karena agamanya, tetapi karena umatnya. Maka jadilah pencerah yang produktif,” pesan Haedar.
Ketiga, SM perlu terus menjadi sarana dakwah dan tradisi keilmuan.
“Kita harus selalu belajar, belanja, dan berbisnis pengetahuan lewat media. SM harus berkembang dan bertumbuh agar menjadi sumber cerahnya pengetahuan,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments