SD Muhammadiyah Gresik (Mugres) Kampus B menyelenggarakan kegiatan halalbihalal pada hari pertama masuk sekolah setelah libur Idulfitri 1 Syawal 1447 H, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan Bung Karno dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta warga sekolah dengan suasana tertib.
Sejak pagi hari, para siswa telah hadir di sekolah dengan mengenakan busana muslim. Mereka berbaris rapi di lapangan setelah bel tanda masuk berbunyi. Kegiatan halalbihalal ini menjadi agenda rutin sekolah dalam kalender akademik yang dilaksanakan setiap tahun setelah Idulfitri.
Para siswa tampak saling berinteraksi dengan teman sebaya setelah beberapa pekan tidak bertemu selama masa liburan. Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan sambutan Kepala SD Mugres Kampus B, Yusuf Wibisono, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa bulan Ramadan menjadi momentum untuk memperbaiki diri.
Selanjutnya, tausiyah disampaikan oleh Drs. Muji Sucipto. Dalam penyampaiannya, ia mengajak siswa memahami makna puasa melalui perumpamaan.
“Ada yang tahu kenapa menggunakan filosofi kupu-kupu ?”, tanya muji kepada siswa dan siswi SD Mugres Kampus B.
Ia menjelaskan bahwa filosofi tersebut menggambarkan proses perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
“Nah, itu kenapa kita semua disuruh untuk berpuasa. Agar kita menjadi pribadi yang lebih baik, agar kita menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama dan tidak menjadi egois. Itu kenapa berpuasa mengajarkan kita untuk memiliki empati yang lebih besar”, imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan kandungan Surat Al-Hasyr ayat 9 yang berkaitan dengan sikap mengutamakan orang lain. Selain itu, disampaikan pula kisah Rasulullah Saw ketika menerima tamu yang sedang lapar, serta sikap salah satu sahabat dari golongan Anshar yang bersedia menjamu tamu tersebut meskipun dalam kondisi terbatas.
“Anak-anak, apa hikmah yang dapat dipetik dari kisah Rasulullah SAW dan sahabat anshor ini apa ? Yakni meskipun kita sedang memerlukan sesuatu, kita harus mendahulukan orang lain. Itu menandakan bahwa orang tersebut adalah orang yang berempati”, jelas muji.
“Mudah-mudahan dengan berakhirnya bulan ramadhan ini kita menjadi pribadi yang bisa berempati kepada orang lain yang mudah mengendalikan atau menguasai diri kita. Sehingga jika nanti ketika kalian dikelas menjadi murid yang bisa mengendalikan dan menguasai dirinya”, tutupnya.
Setelah rangkaian tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan saling bersalaman antara siswa dengan guru, anggota paguyuban, serta sesama siswa. Kegiatan kemudian diakhiri dengan kebersamaan melalui makan bersama dengan jajanan Lebaran yang dibawa dari rumah masing-masing.
Kegiatan halalbihalal ini menjadi bagian dari aktivitas awal masuk sekolah setelah libur panjang Idulfitri. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments