Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Halalbihalal MTs  Mulimas Al Mizan, Suwito Angkat Kisah Sahabat: Hati Bersih Kunci Selamat Dunia Akhirat

Iklan Landscape Smamda
Halalbihalal MTs  Mulimas Al Mizan, Suwito Angkat Kisah Sahabat: Hati Bersih Kunci Selamat Dunia Akhirat
Suwito saat memberikan kajian dalam halalbihalal dan rapat bulanan MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan. (Alfain Jalaluddin Ramadlan/PWMU.CO)
pwmu.co -

Momentum Halalbihalal dan Rapat Bulanan yang digelar MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan, Rabu (1/4/2026), di Hall Hotel El Resas Lamongan, tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang perenungan mendalam tentang pentingnya menjaga hubungan antarsesama manusia.

Dalam kajiannya, Wakil Mudir Al Mizan bidang Pendidikan yang juga guru MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan, Suwito, M.Pd, menegaskan bahwa halalbihalal memiliki makna yang sangat urgen dalam kehidupan seorang muslim, khususnya dalam menyelesaikan hak-hak antarsesama.

Menurutnya, kesalahan, kekhilafan, dan kezaliman kepada orang lain tidak cukup hanya disadari, tetapi harus benar-benar diselesaikan melalui saling memaafkan. Jika tidak, dampaknya bukan hanya dirasakan di akhirat, tetapi juga bisa disegerakan balasannya di dunia.

“Halalbihalal ini penting untuk membereskan hak sesama. Karena dosa kepada manusia itu tidak akan selesai kecuali dengan saling memaafkan,” ujarnya di hadapan Kepala Madrasah Alimah, M.Pd, serta para guru dan karyawan yang hadir.

Untuk menguatkan pesannya, Suwito mengisahkan peristiwa nyata di zaman sahabat, tentang Sa’ad bin Abi Waqqas, salah satu sahabat yang dijamin masuk surga. Saat menjadi gubernur di Kufah, Sa’ad dikenal sebagai pemimpin yang adil dan ahli ibadah. Namun, ia pernah difitnah oleh seseorang di hadapan khalifah Umar bin Khattab.

Fitnah tersebut menyebut bahwa Sa’ad tidak adil dalam membagi harta dan lalai dalam ibadah. Mendengar tuduhan itu, Sa’ad tidak membalas dengan amarah, melainkan berdoa kepada Allah agar kebenaran ditampakkan.

Doa itu pun dikabulkan. Orang yang memfitnah tersebut akhirnya mendapatkan tiga hal sebagaimana doa Sa’ad: umur panjang dalam kondisi sengsara, hidup dalam kemiskinan, serta diuji dengan fitnah hingga akhir hayatnya.

“Kisah ini menjadi pelajaran bagi kita agar berhati-hati dalam bersikap, apalagi sampai menzalimi atau memfitnah orang lain,” tegas Ketua Majelis Tabligh PDM Lamongan ini.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Ia mengajak seluruh peserta untuk memulai tradisi saling memaafkan dari lingkup terdekat, seperti keluarga—suami, istri, dan anak—kemudian meluas kepada sahabat, rekan kerja, hingga masyarakat luas.

Menurutnya, keseimbangan antara hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan dengan manusia (hablum minannas) menjadi kunci kebahagiaan dan keselamatan seorang hamba.

“Mulailah dari lingkaran terdekat kita. Perbaiki hubungan, saling memaafkan, dan jangan menyimpan kesalahan. Dari situlah kebaikan akan meluas,” pesannya.

Kajian yang disampaikan dengan penuh keteduhan itu semakin menguatkan makna halalbihalal sebagai momentum membersihkan hati, memperbaiki hubungan, serta menata kembali niat dalam menjalani kehidupan, khususnya dalam dunia pendidikan.

Di tengah suasana hangat dan penuh kekeluargaan, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjadi pendidik tidak hanya tentang mentransfer ilmu, tetapi juga menghadirkan keteladanan dalam sikap, termasuk dalam menjaga hati dan hubungan dengan sesama. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡