Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Hari Berkunjung ke Perpustakaan Membuka Ruang Peradaban

Iklan Landscape Smamda
Hari Berkunjung ke Perpustakaan Membuka Ruang Peradaban
Ilustrasi
Oleh : Andi Hariyadi Ketua Majelis Pustaka Informatika dan Digitalisasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

Peradaban unggul, di samping hadirnya pemimpin yang kompeten, juga didukung oleh penguatan referensi, di antaranya melalui perpustakaan. Di sana, kita dapat berinteraksi dan mengkaji berbagai pengetahuan, membuka ruang diskusi, serta menguatkan literasi.

Perpustakaan bukan sekadar kumpulan buku yang terkesan membosankan. Di situlah tersimpan jejak peradaban dengan karya-karya yang mengagumkan untuk meraih keunggulan dan kemajuan.

Bangsa yang besar, di antaranya, karena memiliki sumber referensi yang menginspirasi perubahan, keluar dari keterpurukan, serta melahirkan sosok insan yang tangguh dan peduli terhadap kemajuan.

Perpustakaan bukan sekadar ruangan yang hampa. Justru di situ kita dapat menemukan dinamika peradaban, pasang surut kehidupan, dan beragam karya tulis para tokoh sesuai bidangnya untuk berkontribusi mengisi dan mewarnai kehidupan.

Momen Hari Kunjung Perpustakaan pada 14 September 2026 jangan sampai berlalu begitu saja atau sekadar menjadi seremonial. Namun, bagaimana kita mampu memaknai kunjungan ke perpustakaan sebagai bagian dari peningkatan wawasan dan pengetahuan serta menjadi penggerak perubahan.

Hari Kunjung Perpustakaan Nasional mengusung tema “Buku: Merawat Ingatan, Menggugah Kesadaran”. Sebuah tema yang menginspirasi untuk melakukan aksi dari khazanah perpustakaan dengan buku yang menjadi penggerak literasi.

Di tengah arus perkembangan teknologi dan digitalisasi serta derasnya informasi saat ini, jangan sampai kita melupakan tugas pencerahan dalam kehidupan.

Beragam koleksi buku di rak-rak perpustakaan yang begitu rapat memenuhi sudut ruangan saat ini terkesan kurang dikunjungi untuk membangun literasi, menguatkan narasi, dan menginspirasi untuk berkontribusi secara konstruktif.

Ajakan berkunjung ke perpustakaan harus terus digerakkan dengan penuh kesadaran. Sebab, kunjungan ke perpustakaan berbeda dengan kunjungan ke mal atau pusat perbelanjaan yang mengobral diskon sehingga merasa bangga dan senang meski berjubel untuk mendapatkan produk yang diidamkan.

Meski mengorbankan waktu dan biaya, hal itu tidak dipersoalkan asal bisa mengikuti tren zaman dan menjadi bagian dari riuhnya insan konsumtif.

Buku bacaan kurang diperhatikan, sementara perhatian lebih banyak diberikan kepada ragam media sosial untuk scroll, like, dan comment. Meski dalam kesendirian dengan durasi waktu yang panjang, aktivitas tersebut seakan tidak membosankan. Jemari menari menulis aspirasi di ruang digital hingga senyum sendiri sebagai model interaksi saat ini.

Perpustakaan Inklusif

Perpustakaan menjadi pusat interaksi hingga lintas keilmuan, untuk dibaca dan dipahami hingga merancang sebuah aksi. Dengan demikian, referensi bacaan bukan sekadar wacana, tetapi lebih bermakna untuk perubahan.

Perkembangan zaman saat ini telah memberikan banyak kemudahan dalam berinteraksi dengan perpustakaan. Tidak sekadar hadir berkunjung ke perpustakaan, tetapi juga bisa mengakses karya perpustakaan dalam genggaman gadget di tangan.

Perpustakaan inklusif hadir untuk memberikan banyak akses mendapatkan informasi. Informasi tidak hanya tersedia di sekolah, kantor, rumah ibadah, dan rumah, tetapi juga di berbagai ruang publik, seperti tempat wisata hingga pusat perbelanjaan.

Perpustakaan inklusif hadir untuk lebih memperkuat keilmuan. Dengan membaca, kita dapat memahami dan menjadi pembeda karena penguasaan keilmuan sehingga lebih bijak dan penuh wawasan.

SMPM 5 Pucang SBY

Baca Awal Berkemajuan

Hari Kunjung Perpustakaan kita jadikan momentum untuk menguatkan kembali gerakan membaca buku yang saat ini mulai tergerus karena hanya berfokus membaca postingan dan share, hingga bacaan tersebut belum berdampak pada proses perubahan yang lebih baik.

Membaca merupakan perintah dari wahyu pertama, Surat Al-‘Alaq, yang bernilai strategis untuk mengisi peradaban dengan iman dan ilmu. Membaca menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih berkemajuan dengan nilai-nilai spiritual dan akhlak mulia, serta lebih mengoptimalkan potensi diri.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Mujadalah ayat 11:

“Allah akan meninggikan orang orang beriman di antaramu dan orang orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.

Ayat ini merupakan petunjuk bagaimana capaian puncak berupa derajat kemuliaan dan keunggulan melalui proses yang dinamis, progresif, serta selektif sebagai umat dan bangsa yang berkemajuan.

Buku: Merawat Ingatan

Buku menyimpan informasi hasil dari pemikiran yang mendalam dan interaksi yang aktual sehingga sangat diperlukan dan jangan dilupakan. Dari buku, kita berusaha merawat ingatan karena sering kali kita lupa atas dinamika dan capaian yang ada.

Merawat ingatan berarti kembali membaca dan menganalisis, baik dari aspek historis, pengetahuan, keagamaan, kebangsaan, hingga sastra. Semua itu menggugah kesadaran untuk berpartisipasi aktif dalam upaya memajukan kehidupan.

Buku: Menggugah Kesadaran

Dari proses merawat ingatan dilanjutkan untuk mencapai tujuan guna menggugah kesadaran. Sadar akan tugas dan kewajiban serta amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Menggugah kesadaran berarti mengajak dari kondisi lupa ingatan hingga hilang kesadaran untuk kembali bangkit menjadi pribadi yang unggul dan amanah serta kuat spiritualnya.

Seorang pelajar akan sadar terhadap tugas belajarnya. Seorang pengusaha akan sadar dengan kejujuran. Seorang politisi akan sadar atas jabatan yang diemban.

Hilangnya kesadaran berakibat hidup tanpa tujuan, minim karya, hingga terjerat keserakahan dengan aksi korupsi yang menggurita. Kehilangan kesadaran hidup dikendalikan nafsu, jauh dari referensi yang mencerahkan dan menyadarkan.

Hari Kunjung Perpustakaan membuka jati diri untuk lebih bermakna dengan referensi dan literasi yang menggugah inspirasi berinovasi.

Selamat untuk aktif menggerakkan Hari Kunjung Perpustakaan, sehingga menguatkan ingatan, menggugah kesadaran, dan berkontribusi mengisi peradaban yang lebih berarti.

Revisi Oleh:
  • Satria - 14/09/2026 19:42
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu