Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP/MTs/sederajat, termasuk bagi siswa Sekolah Luar Biasa (SMPLB), pada Senin (6/4/2026).
Pelaksanaan TKA tahun ini menjadi bagian dari kebijakan pemetaan akademik sekaligus mendukung sistem seleksi pendidikan lanjutan berbasis data.
Di SLBN Pandaan, Pasuruan, suasana pelaksanaan TKA berlangsung hangat dan penuh semangat. Sejak pagi, para siswa sudah hadir dan siap mengikuti ujian.
“Siswa kami memiliki tekad dan semangat luar biasa untuk mencoba dan belajar mengikuti tes ini,” ujar Kepala Sekolah, Iva Evry Robiyansah.
Sebanyak enam siswa tunarungu mengikuti TKA di sekolah tersebut.
Di SLBN Semarang, pelaksanaan TKA berlangsung santai dan tanpa tekanan. Tiga siswa—dua tunarungu dan satu tunanetra—mengikuti ujian dengan penuh percaya diri.
“Siswa sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sehingga lebih siap menghadapi soal,” kata Sri Sugiarti.
Semangat serupa juga terlihat di SLBN Halmahera Barat. Bahkan, seorang siswa tunagrahita yang tidak diwajibkan mengikuti TKA justru ingin tetap berpartisipasi.
“Dia tetap ingin ikut meski sebenarnya tidak wajib,” ujar Ismawati Muhammad.
Di sekolah ini, total sembilan siswa mengikuti TKA dengan dukungan pelatihan penggunaan komputer serta pendampingan khusus.
Salah satu peserta dari SLBN Pembina Tingkat Nasional, Raka Aditomo Subagyo, mengaku optimis dalam mengerjakan soal.
Meski menghadapi tantangan sebagai siswa tunanetra, ia terbantu dengan teknologi screen reader dan penggunaan headset.
“Headset membantu kami lebih fokus karena ruangan terasa tidak berisik,” ungkapnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa TKA tidak hanya untuk pemetaan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari penilaian dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Hasil TKA akan menjadi salah satu pertimbangan dalam proses penerimaan siswa ke jenjang berikutnya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kejujuran dan kesungguhan dalam mengerjakan soal.
Pelaksanaan TKA 2026 menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang bagi siswa untuk terus belajar dan berprestasi. Dengan dukungan teknologi, pendampingan guru, serta semangat yang tinggi, siswa SLB menunjukkan optimisme dalam menghadapi masa depan pendidikan.
Sebagai informasi, TKA akan berlangsung selama dua pekan dan bertujuan menyediakan data komprehensif sebagai dasar pengambilan kebijakan pendidikan berbasis data.





0 Tanggapan
Empty Comments