Pengajian di Masjid At-Taqwa Setail Banyuwangi yang disampaikan oleh Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng, Banyuwangi Taufiqur Rohman, M.Pd.I., membahas tentang pentingnya menjaga hati, Sabtu (18/10/2025).
Dalam kajian ini, ia juga mengingatkan jamaah bahwa hati merupakan penentu utama dari setiap perbuatan manusia.
Kajian tersebut diikuti oleh jamaah masjid setempat serta warga Muhammadiyah Ranting Setail. Pengajian dimulai setelah pelaksanaan salat Maghrib berjamaah.
Di awal ceramahnya, Taufiqur Rohman mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesempatan untuk mengikuti pengajian ini.
“Bapak dan ibu, semoga hadir kita di majelis ilmu ini dapat meningkatkan keimanan kita,” ujarnya.
Kemudian ia membacakan ayat Al-Qur’an dalam Surat Al-Baqarah 256. Di ayat tersebut, dijelaskan bahwa masuk Islam tidak ada paksaan.
“Mengapa seperti itu?,” tanyanya retoris.
Karena, lanjutnya, Allah telah menunjukkan dengan jelas, mana jalan yang benar dan mana yang salah. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya menggunakan hatinya untuk memahami kehidupan ini agar tidak salah melangkah.
Menurutnya, ada satu riwayat yang menjelaskan bahwa hati menjadi kunci dari kualitas perbuatan manusia. Sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Abdullah an-Nu’man bin Basyir RA.
“Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa dalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika daging itu baik, maka baiklah seluruh jasadnya. Sebaliknya, jika daging itu rusak, maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati,” tuturnya.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa penjelasan tersebut didengar langsung oleh Nu’man bin Basyir dari Rasulullah SAW, lalu disampaikan kepada sahabat yang lain untuk menjadi perhatian dan renungan mendalam ketika memandang satu perkara dalam kehidupan ini. Apakah perkara itu halal, haram, maupun syubhat (samar antara halal dan haram).
“Namun pesan nabi, janganlah seorang muslim itu jatuh ke dalam perkara syubhat karena syubhat itulah yang akan mengantarkannya menuju jalan haram atau yang dilarang Allah,” pungkasnya.
Pengajian berlangsung dengan khidmat dan diakhiri seiring masuknya waktu salat Isya untuk wilayah Genteng dan sekitarnya.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan salat Isya berjamaah. Pada rakaat pertama, imam membaca surat Al-Zalzalah, sedangkan pada rakaat kedua dibacakan surat Al-Qariah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments