
PWMU.CO – Ketika awal masuk pondok pesantren, para santri biasanya merasa cemas dan tidak yakin tentang apa yang akan mereka hadapi. Mereka meninggalkan keluarga dan lingkungan yang familiar untuk memulai kehidupan baru di pondok pesantren, Ahad (15/06/2025).
“Saat pertama kali masuk pondok pesantren, saya merasa sangat takut dan tidak yakin apakah saya bisa beradaptasi dengan lingkungan baru,” kata salah satu santri.
Ia menambahkan, setiap harinya ia harus bangun pagi-pagi untuk shalat subuh, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan belajar dan menghafal al Quran. Ia merasa lelah dan tidak terbiasa dengan rutinitas yang begitu padat.
Namun, seiring waktu, ia mulai merasa lebih nyaman dan betah di pondok pesantren. Ia mulai memiliki teman-teman baru yang sama-sama berjuang untuk mencari ilmu pengetahuan dan akhlak mulia. Kami saling mendukung dan memotivasi satu sama lain untuk terus belajar dan berkembang.
Ia juga mulai menikmati kegiatan belajar dan menghafal al Quran. Iamerasa bahwa saya sedang melakukan sesuatu yang sangat berharga dan bermanfaat bagi diri saya sendiri dan masyarakat.
“Namun, seiring waktu, saya mulai merasa nyaman dan menemukan banyak teman baru yang sama-sama berjuang untuk mencari ilmu pengetahuan dan akhlak mulia,” tuturnya.
Para santri harus beradaptasi dengan lingkungan baru, rutinitas baru, dan aturan-aturan yang berlaku di pondok pesantren. Mereka juga harus belajar untuk mandiri dan bertanggung jawab atas diri sendiri.
Meskipun ada tantangan dan kesulitan, para santri juga menemukan banyak kesempatan untuk belajar dan berkembang. Mereka dapat belajar dari para ustadz dan pengurus pondok pesantren, serta berbagi pengalaman dengan teman-teman mereka.
Selain itu, para santri juga berbagi cerita tentang kegiatan bakti sosial yang mereka lakukan selama di pondok pesantren.
“Kami pernah melakukan kegiatan bakti sosial di desa sekitar pondok pesantren, seperti membersihkan masjid dan membantu warga yang membutuhkan. Pengalaman itu sangat berharga bagi kami, karena kami dapat belajar tentang pentingnya kepedulian sosial dan kerja sama dalam mencapai tujuan,” kata salah satu santri lainnya.
Dengan demikian, para santri dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan akhlak mulia yang akan membantu mereka dalam menjalani kehidupan di masa depan. Pondok pesantren Al Muhajir menjadi rumah kedua baginya, tempat ia dapat belajar, tumbuh, dan berkembang. Ia merasa bahwa telah menemukan keluarga baru dan lingkungan yang mendukung untuk mencapai tujuannya. (*)
Penulis Dwiky Andreansyach Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments