Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Hizbul Wathan Tak Sekadar Seragam, Seminar Qobilah Joko Tingkir Umla Kupas Sejarah hingga Dakwah

Iklan Landscape Smamda
Hizbul Wathan Tak Sekadar Seragam, Seminar Qobilah Joko Tingkir Umla Kupas Sejarah hingga Dakwah
Ramanda Aman Suyadi saat menyampaikan materi pada Seminar Qobilah Hizbul Wathan Joko Tingkir Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Selasa (22/9/2026). (Nova Aquila Salsabila Cahyono/PWMU.CO).
pwmu.co -

Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) tidak sekadar identik dengan seragam, kegiatan lapangan, dan kepanduan.

Di baliknya terdapat sejarah panjang, nilai perjuangan, serta peran dalam dakwah Muhammadiyah. Hal tersebut menjadi bahasan dalam Seminar Qobilah Joko Tingkir Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla), Selasa (22/9/2026).

Seminar yang berlangsung di Convention Hall KH Hisjam, Lantai 10 Gedung E Universitas Muhammadiyah Lamongan ini mengangkat tema “Hizbul Wathan: Sejarah, Nilai, dan Peran dalam Dakwah Muhammadiyah”.

Seminar menghadirkan Ramanda Aman Suyadi sebagai narasumber dengan Bunda Oriza Zativalen sebagai moderator.

Keduanya mengajak peserta melihat Hizbul Wathan secara lebih luas, bukan hanya sebagai aktivitas kepanduan, tetapi sebagai gerakan yang memiliki nilai pendidikan, pembentukan karakter, dan pengabdian.

Mengenal HW dari Sejarah hingga Nilai

Bunda Oriza Zativalen dalam memandu jalannya seminar mengajak peserta untuk tidak berhenti pada pemahaman Hizbul Wathan sebagai sebuah organisasi kepanduan.

“Seminar ini menjadi ruang untuk mengenal Hizbul Wathan tidak hanya dari sisi sejarahnya, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dan bagaimana nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan generasi muda saat ini” ujar Bunda Oriza.

Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah penting bagi generasi penerus agar mereka mengetahui akar perjuangan gerakan yang diikuti.

Dengan begitu, keterlibatan dalam Hizbul Wathan tidak hanya didasarkan pada aktivitas organisasi, tetapi juga pemahaman terhadap nilai yang mendasarinya.

“Harapannya, peserta tidak hanya mengetahui sejarah Hizbul Wathan, tetapi juga mampu menangkap pesan dan semangat perjuangan yang kemudian diwujudkan melalui gerakan dan pengabdian” lanjutnya.

HW Bukan Sekadar Seragam

Sementara itu, Ramanda Aman Suyadi menjelaskan bahwa Hizbul Wathan memiliki nilai yang relevan dalam pembentukan karakter anggotanya.

Kepanduan menjadi ruang untuk menumbuhkan kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama.

“Hizbul Wathan bukan sekadar kegiatan kepanduan. Di dalamnya terdapat nilai-nilai yang membentuk karakter, seperti kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap sesama” ujar Ramanda Aman.

Ia juga menekankan pentingnya memahami sejarah sebagai pijakan untuk meneruskan gerakan pada masa kini.

“Kalau kita memahami sejarah Hizbul Wathan, kita akan memahami bahwa gerakan ini memiliki hubungan yang erat dengan perjalanan dakwah Muhammadiyah” terang Ramanda Aman.

SMPM 5 Pucang SBY

“Karena itu, tugas generasi hari ini bukan hanya mengetahui sejarahnya, tetapi bagaimana meneruskan nilai dan semangatnya dalam kehidupan nyata” tambahnya.

Menurut Ramanda Aman, nilai kepanduan akan memiliki makna ketika mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan kepanduan tidak hanya menjadi aktivitas internal organisasi, tetapi dapat diarahkan untuk membangun kepedulian dan memberikan manfaat kepada lingkungan.

Ia menegaskan bahwa identitas seorang anggota Hizbul Wathan tidak cukup hanya terlihat dari atribut yang dikenakan.

“Jangan sampai Hizbul Wathan hanya dikenal karena seragam dan kegiatannya. Yang lebih penting adalah nilai kepanduan itu hidup dalam diri setiap anggotanya dan hadir dalam bentuk pengabdian” ujarnya.

Dari Sejarah Menuju Pengabdian

Pembahasan seminar kemudian mengarahkan peserta untuk melihat hubungan antara kepanduan dan dakwah Muhammadiyah.

Dakwah tidak selalu hadir dalam bentuk penyampaian materi keagamaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui pendidikan karakter, kegiatan sosial, pengabdian masyarakat, serta tindakan nyata yang memberikan manfaat.

Bagi Qobilah Joko Tingkir Umla, pemahaman tersebut menjadi bekal penting dalam mengembangkan gerakan kepanduan di lingkungan perguruan tinggi.

Anggota tidak hanya dituntut mampu menjalankan kegiatan organisasi, tetapi juga memahami nilai yang menjadi dasar setiap gerakan.

Seminar tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi bagi generasi muda agar tidak hanya menjadi penerus secara administratif, tetapi juga penerus nilai dan semangat perjuangan Hizbul Wathan.

Dengan memahami sejarah, menghidupkan nilai, dan menerjemahkannya dalam bentuk pengabdian, Hizbul Wathan diharapkan tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Sebab, mengenal sejarah bukan berarti sekadar menoleh ke masa lalu. Sejarah menjadi pijakan untuk memahami mengapa sebuah gerakan hadir, nilai apa yang dibawanya, dan bagaimana generasi hari ini dapat melanjutkan perjuangan tersebut.

Melalui Seminar Qobilah Joko Tingkir Umla, semangat kepanduan kembali diteguhkan: bukan hanya untuk dikenang melalui sejarah. Tetapi untuk dihidupkan melalui nilai dan diwujudkan dalam pengabdian.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 23/09/2026 15:36
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu