Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Houthi Resmi Terjun ke Konflik, Serangan Rudal ke Israel Picu Eskalasi Baru

Iklan Landscape Smamda
Houthi Resmi Terjun ke Konflik, Serangan Rudal ke Israel Picu Eskalasi Baru
Ilustrasi: Houthi ikut terjun dalam konflik Iran-AS/Israel. Foto: Anadolu Anjasi
pwmu.co -

Kelompok milisi Houthi yang menguasai sebagian wilayah Yaman secara resmi menyatakan keterlibatan dalam konflik Timur Tengah dengan meluncurkan rudal balistik ke arah Israel pada Sabtu (28/3/2026). Aksi ini menandai peningkatan ketegangan yang telah berlangsung hingga memasuki pekan keempat.

Masuknya kelompok yang berafiliasi dengan Iran tersebut memunculkan kekhawatiran baru terhadap keamanan jalur pelayaran di Laut Merah. Situasi ini semakin krusial karena distribusi energi dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz sebelumnya telah terganggu.

Konflik bermula dari serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah wilayah di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan memicu dampak luas, termasuk lonjakan harga minyak dan gas dunia.

Mengutip laporan AFP, juru bicara kelompok Houthi movement menyampaikan melalui pernyataan video bahwa pihaknya telah menargetkan pangkalan-pangkalan Israel dengan rudal balistik.

Beberapa jam sebelumnya, militer Israel Defense Forces mengonfirmasi adanya peluncuran rudal dari wilayah Yaman menuju Israel. Sistem pertahanan udara langsung diaktifkan untuk mengantisipasi ancaman tersebut.

Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan itu. Rudal yang diluncurkan dilaporkan berhasil dicegat sebelum mencapai target.

Sebelumnya, kelompok Houthi telah melakukan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina dalam konflik Gaza. Namun, hingga kini, mereka belum terlibat langsung dalam konflik terbaru antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Peran Laut Merah kini semakin strategis di tengah situasi yang memanas. Arab Saudi, misalnya, mulai mengalihkan sebagian ekspor minyaknya ke pelabuhan Yanbu guna menghindari jalur Selat Hormuz yang tidak stabil. Penutupan jalur tersebut oleh Iran sebelumnya telah memicu kenaikan harga energi global.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Di sisi lain, militer Iran mengklaim telah menyerang kapal logistik milik Amerika Serikat di dekat pelabuhan Salalah, Oman, di kawasan Laut Arab. Pemerintah Oman melaporkan serangan drone di wilayah tersebut menyebabkan seorang pekerja asing mengalami luka.

Dampak konflik juga merembet ke sektor transportasi udara. Otoritas di Kuwait dan wilayah Erbil di Kurdistan Irak melaporkan kerusakan pada fasilitas bandara. Sementara itu, serangan rudal dan drone Iran ke kawasan industri di Uni Emirat Arab memicu kebakaran dan melukai lima orang.

Islamic Revolutionary Guard Corps memperingatkan akan membalas setiap kerugian ekonomi dengan menargetkan pusat-pusat industri di kawasan tersebut. Ancaman itu menyusul peringatan sebelumnya terhadap pangkalan militer AS dan fasilitas yang digunakan pasukan Amerika.

Israel juga dilaporkan melancarkan serangan lanjutan ke Teheran. Laporan AFP menyebutkan terdengar sekitar sepuluh ledakan besar yang disertai kepulan asap hitam sepanjang malam.

Sementara itu, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengimbau negara-negara di kawasan agar tidak memberi ruang bagi pihak luar untuk memperluas konflik.

“Jika menginginkan stabilitas dan pembangunan, jangan biarkan musuh kami mengendalikan perang dari wilayah kalian,” ujarnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡