Dosen Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Husni Amriyanto Putra, menjalani sidang ujian tertutup disertasi pada Program Studi Doktor Politik Islam Pascasarjana UMY, Senin (6/4/2026).
Ucapan selamat datang dari Deputy Chief of Mission / Wakil Duta Besar RI di Moscow, Hartyo Harkomoyo, yang akrab disapa Yoyok. Ia mengapresiasi capaian akademik Husni yang dinilai memiliki kontribusi penting bagi pengembangan ilmu hubungan internasional, khususnya dalam konteks diplomasi kemanusiaan.
“Selamat atas ujian disertasi tertutup buat Pak Husni. Semoga ilmunya bermanfaat,” ujar Yoyok kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Yoyok yang merupakan alumni HI UMY angkatan 1996 itu juga mengenang sosok Husni sebagai pengajar yang mampu menyampaikan materi secara menarik dan relevan dengan dinamika global.
“Pak Husni mengajarnya enak dan tidak membosankan, serta selalu mengaitkan materi dengan realitas politik dunia,” tambahnya.
Dalam sidang tersebut, Husni mengangkat disertasi berjudul “Faith-Based Organization dan Diplomasi Perdamaian: Studi Atas Sikap, Posisi, dan Peran Muhammadiyah dalam Krisis Kemanusiaan Konflik Rohingya.” Penelitian ini menyoroti kiprah Muhammadiyah dalam merespons konflik kemanusiaan global, khususnya tragei yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar.
Melalui kajiannya, Husni menganalisis bagaimana organisasi berbasis keagamaan dapat berperan sebagai aktor non-negara dalam diplomasi perdamaian, sekaligus menjadi jembatan kemanusiaan di tengah konflik internasional.
Selain sebagai akademisi, Husni juga diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua IV Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang aktif mendorong penguatan peran organisasi dalam isu-isu strategis global.
Sidang tertutup ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses akademik menuju gelar doktor, sekaligus menegaskan kontribusi pemikiran Husni dalam memperkaya diskursus diplomasi berbasis nilai-nilai keagamaan di tingkat internasional. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments