Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

HW Qabilah SMA Muha Genteng Asah Keterampilan Pioneering untuk Penghela

Iklan Landscape Smamda
HW Qabilah SMA Muha Genteng Asah Keterampilan Pioneering untuk Penghela
Teknik pembuatan pioneering yang kokoh dan indah dengan sistem merangkai tali simpul yang benar (Alib/PWMU.CO)
pwmu.co -

Hizbul Wathan (HW) Qabilah SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng, Banyuwangi, mengasah keterampilan para penghela dalam membuat pioneering atau perangkai tongkat menggunakan tali simpul, Sabtu (4/10/2025), di halaman sekolah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari aktivitas ekstrakurikuler Hizbul Wathan yang rutin dilaksanakan setiap Sabtu. SMA Muha Genteng yang menerapkan sistem full day school dari Senin hingga Jumat memanfaatkan hari Sabtu untuk kegiatan pengembangan minat dan bakat.

Berbagai ekstrakurikuler seperti Tapak Suci, tari, teater, Palang Merah Remaja (PMR), dan HW turut aktif, menjadikan suasana sekolah tetap hidup meskipun hari libur.

Melatih Ketelitian dan Kreativitas

Pembina sekaligus pelatih HW Dewan Kerabat K.H. Ahmad Dahlan, Muslimin Nasution, menjelaskan bahwa kegiatan pioneering tidak bisa dilepaskan dari dunia kepanduan Hizbul Wathan.

“Sebagai aktivis HW, kita harus akrab dengan tali dan tongkat. Dari dua alat ini kita belajar keterampilan tali-temali yang kuat, tepat, dan efisien,” ujarnya.

Ia menambahkan, pioneering tidak hanya melatih kekuatan dan ketepatan simpul, tetapi juga menumbuhkan unsur seni dan kreativitas.

“Pioneering bukan sekadar membuat tandu atau tiang bendera. Dari kegiatan ini bisa tercipta berbagai bentuk seperti gapura, lambang Muhammadiyah, burung garuda, dan lain-lain. Karena itu, seni juga berperan penting agar hasilnya tampak indah,” jelas Muslimin.

Menurutnya, kemampuan membuat pioneering menjadi kebanggaan tersendiri bagi para pandu HW, terutama ketika mengikuti kegiatan perkemahan bersama organisasi lain seperti Pramuka atau HW dari sekolah lain.

Dari Miniatur ke Pioneering Sesungguhnya

Kegiatan dimulai dengan latihan dasar tali-temali, di mana para peserta diajarkan berbagai jenis simpul. Setelah menguasai teknik dasar, mereka berlatih membuat miniatur pioneering menggunakan potongan bambu kecil berukuran sekitar 30 cm.

Muslimin bersama penghela senior dengan sabar membimbing para penghela pemula hingga mampu merangkai miniatur dengan baik. Setelah itu, latihan dilanjutkan dengan praktik langsung menggunakan tongkat berukuran sebenarnya untuk membuat pioneering tiang bendera berbentuk segitiga sama kaki.

Meski sempat mengalami kesulitan dalam mengikat tali agar kuat dan presisi, para peserta berhasil menyelesaikan tiga karya pioneering dengan hasil yang cukup baik dari segi kekuatan dan keindahan.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini berakhir menjelang waktu Zuhur, sekitar pukul 11.30 WIB, dan ditutup dengan doa bersama. (*)

 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu