Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Ikhtiar Mewujudkan Masa Depan Berkelanjutan

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Ikhtiar Mewujudkan Masa Depan Berkelanjutan
Oleh : Lailatun Ni’mah, S.S Alumni IMM, Posbakum PDA Jember

Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap krisis iklim, polusi, dan kebutuhan energi bersih, buku Energi Terbarukan dalam Pandangan Islam: Menyambut Masa Depan yang Berkelanjutan hadir sebagai bacaan yang menawarkan sudut pandang baru.

Buku ini mengajak pembaca melihat energi terbarukan bukan hanya sebagai persoalan teknologi, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab moral, sosial, kesehatan, dan spiritual manusia dalam menjaga bumi.

Buku ini ditulis oleh tim akademisi PTMA lintas disiplin, yaitu Muhammad Zainur Ridlo, S.ST., M.Eng.; Ns. Sri Wahyuni Adriani, M.Kep., Sp.Kep.Kom.; Hidayat, S.T., M.Eng.; Muhlisin Rasuki, M.Pd., M.A.TESOL, Ed.D.; dan Dr. Iffan Gallant El Muhammady, S.Sos., M.Si.

Melalui buku ini, para penulis menjelaskan bahwa energi terbarukan seperti energi surya, air, angin, panas bumi, bioenergi, energi laut, hingga hidrogen hijau merupakan karunia Allah Swt. yang dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan.

Namun, pemanfaatannya harus dilakukan secara bijak, adil, dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan kerusakan baru bagi lingkungan maupun masyarakat.

Dalam pandangan Islam, manusia bukan pemilik mutlak bumi, melainkan khalifah yang diberi amanah untuk mengelola dan merawat alam.

Pesan ini sejalan dengan firman Allah Swt.:

Zhaharal-fasādu fil-barri wal-baḥri bimā kasabat aidin-nāsi liyużīqahum ba‘ḍallażī ‘amilū la‘allahum yarji‘ūn.

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.” (QS. Ar-Rum ayat 41).

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kerusakan lingkungan kerap lahir dari perilaku manusia yang tidak bijaksana dalam mengelola sumber daya alam.

Buku ini juga menegaskan bahwa transisi energi tidak cukup hanya mengganti sumber energi fosil dengan energi terbarukan.

Lebih dari itu, masyarakat perlu membangun budaya hemat energi, mengurangi pemborosan, menjaga lingkungan, serta memastikan pembangunan energi tidak merugikan kelompok rentan.

Energi bersih seharusnya memberi manfaat bagi semua, termasuk masyarakat desa, pulau kecil, pesantren, sekolah, fasilitas kesehatan, dan keluarga kurang mampu.

Semangat tersebut selaras dengan nilai Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan yang menekankan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid.

Dalam konteks energi, amar ma’ruf dapat diwujudkan melalui ajakan menggunakan energi bersih, menghemat listrik, mengelola sampah, dan menjaga lingkungan.

Sementara nahi munkar dapat dimaknai sebagai ikhtiar mencegah pemborosan, pencemaran, eksploitasi alam, dan kebijakan energi yang tidak adil.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Nilai ini juga sejalan dengan semangat fastabiqul khairat, sebagaimana potongan firman Allah Swt. dalam QS. Al-Baqarah ayat 148:

Fastabiqul khairāt

“Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.”

Dalam isu energi terbarukan, semangat tersebut menjadi dorongan agar umat Islam tidak hanya menjadi penonton dalam transisi energi, tetapi turut menjadi pelopor dalam riset, pendidikan, inovasi, dan gerakan sosial berbasis lingkungan.

Salah satu kekuatan buku ini terletak pada pendekatannya yang lintas bidang.

Selain membahas teknologi energi dan kebijakan, buku ini juga mengangkat peran pendidikan dalam membangun literasi energi terbarukan sejak dini.

Sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi, dan industri dipandang memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang memahami energi bersih sekaligus memiliki kesadaran ekologis.

Buku ini juga memperluas pembahasan energi terbarukan ke bidang keperawatan komunitas.

Energi bersih dipahami sebagai bagian dari kesehatan masyarakat karena berhubungan dengan kualitas udara, air bersih, sanitasi, ketahanan pangan, pelayanan kesehatan, dan perlindungan kelompok rentan.

Dengan demikian, transisi energi bukan hanya urusan pemerintah atau teknokrat, tetapi juga bagian dari gerakan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Kehadiran buku Energi Terbarukan dalam Pandangan Islam diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, akademisi, tenaga kesehatan, pendidik, tokoh agama, pembuat kebijakan, dan masyarakat umum.

Buku ini mengajak pembaca memahami bahwa menjaga energi dan lingkungan merupakan bagian dari ibadah sosial serta amanah ekologis untuk mewariskan bumi yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Dengan memadukan ilmu pengetahuan, nilai Islam, semangat Muhammadiyah, dan kesadaran keberlanjutan, buku ini menegaskan bahwa energi terbarukan bukan sekadar solusi teknis menghadapi krisis energi, tetapi juga jalan menuju peradaban yang lebih berkeadilan, berkemajuan, dan penuh kemaslahatan.***

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu