Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Imam Muda Pimpin Sholat Id di PCM Pendil, Aditya Rizki Pradana Jadi Sorotan

Iklan Landscape Smamda
Imam Muda Pimpin Sholat Id di PCM Pendil, Aditya Rizki Pradana Jadi Sorotan
Potret kebersamaan usai sholat id. Adit no 4 dari kiri Beny no 3 dari kiri
pwmu.co -

Suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan Sholat Idul Fitri di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pendil, Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo.

Sholat Id tahun ini dilaksanakan di Lapangan Perguruan Muhammadiyah Pendil pada Jumat (20/03/26), dengan diikuti ratusan jamaah dari berbagai kalangan.

Ada yang berbeda pada momen tersebut. Sosok imam yang memimpin sholat datang dari kalangan muda, yakni Aditya Rizki Pradana, mahasiswa Universitas Darussalam Gontor, program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Imam Muda Tampil Percaya Diri di Hadapan Ratusan Jamaah

Aditya bukan sosok biasa. Selain menempuh pendidikan tinggi di bidang Al-Qur’an, ia juga aktif dalam organisasi sebagai Ketua Zona Quran serta Ketua Asrama Al-Fatih yang membina sekitar 750 mahasiswa.

Pengalaman kepemimpinan ini menjadi bekal penting dalam membangun kepercayaan diri dan tanggung jawabnya sebagai imam di hadapan jamaah yang beragam.

Dalam keterangannya, Aditya mengungkapkan bahwa kepercayaan menjadi imam di usia muda menghadirkan perasaan yang kompleks.

“Perasaan saya campur aduk antara tawadhu (rendah hati) dan amanah yang besar. Ada rasa syukur karena diberi kepercayaan, namun tetap merasa kecil di hadapan Allah dan para jamaah, apalagi di antaranya ada orang tua dan ustadz saya sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, tekanan terbesar datang dari ekspektasi jamaah yang berharap pelaksanaan sholat berlangsung khusyuk dan sempurna.

Namun, tekanan tersebut justru menjadi motivasi kuat bagi dirinya untuk terus memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an dan menjaga akhlak agar selaras dengan perannya sebagai imam.

Persiapan Fisik dan Spiritual Jadi Kunci

Aditya juga menjelaskan bahwa persiapan menjadi imam tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyeluruh.

Dari sisi fisik, ia menjaga pita suara, memastikan istirahat cukup, serta menjaga kondisi tubuh agar tetap prima.

“Ini penting agar napas stabil saat membaca ayat-ayat panjang,” tambahnya.

Sementara itu, dari sisi spiritual, ia memperbanyak murojaah (mengulang hafalan), memperdalam pemahaman fikih sholat Id, serta menata niat agar seluruh ibadah semata-mata karena Allah SWT.

Baginya, keseimbangan antara kesiapan fisik dan spiritual menjadi kunci utama dalam menjalankan amanah tersebut.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Sholat Id Jadi Simbol Persatuan dan Refleksi Ramadan

Lebih jauh, Aditya memaknai sholat Id sebagai titik balik kemenangan setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan.

“Sholat Id adalah simbol persatuan umat. Semua kalangan berkumpul dalam satu barisan tanpa sekat sosial,” jelasnya.

Namun, ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda saat ini, terutama distraksi digital.

Arus informasi yang cepat dan hiburan tanpa batas kerap membuat fokus ibadah terpecah. Selain itu, muncul pula hambatan mental berupa rasa tidak enak atau takut dianggap “sok suci” oleh lingkungan pergaulan.

Pesan untuk Generasi Muda: Jangan Tunggu Sempurna

Melalui momentum ini, Aditya menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda.

“Jangan menunggu sempurna untuk memulai. Agama ini milik kita semua, bukan hanya milik mereka yang sudah sepuh. Mulailah dari hal kecil di masjid atau komunitas, karena keberanian itu tumbuh dari pembiasaan, bukan sekadar teori,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemuda merupakan ujung tombak tajdid (pembaruan).

Dalam konteks Muhammadiyah, generasi muda diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai Islam berkemajuan ke dalam bahasa zaman, baik melalui teknologi, aksi sosial, maupun kreativitas, tanpa meninggalkan syariat.

Harapan untuk Masa Depan Generasi Qurani

Ke depan, Aditya berharap dapat terus istiqomah menjaga hafalan dan ilmunya serta tetap rendah hati dalam setiap langkah.

Sementara untuk umat, khususnya generasi muda, ia berharap masjid-masjid semakin ramai oleh kehadiran anak muda yang tidak hanya cakap dalam teknologi, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan mampu menjadi solusi bagi persoalan di sekitarnya.

Kehadiran imam muda di PCM Pendil ini menjadi bukti bahwa estafet kepemimpinan umat terus berjalan. Semangat, keberanian, dan ketulusan generasi muda menjadi harapan besar bagi masa depan Islam yang berkemajuan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡