Universitas Muhammadiyah Malang terus memperkuat identitasnya sebagai kampus Islami melalui pengembangan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS). Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan ketenangan batin bagi civitas akademika dan pengunjung saat menikmati hidangan di lingkungan kampus.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) terbaik di Indonesia, UMM tidak hanya berfokus pada label halal, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan standar kesehatan internasional.
Ketua Pusat Studi Penelitian dan Pengembangan Produk Halal (PS-P3H) UMM, Elfi Anis Saati, menegaskan bahwa Zona KHAS dirancang untuk menjamin kualitas konsumsi yang sesuai syariat sekaligus higienis.
“Kami ingin memastikan ketenangan batin bagi siapa pun yang berkunjung. Melalui Zona KHAS, kualitas gizi dan keamanan pangan terjaga, sementara ekosistem wisata halal di lingkungan kampus semakin kuat,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, UMM menggelar Focus Group Discussion (FGD) Zona KHAS pada Rabu (15/4) di ruang sidang Wakil Rektor V. Kegiatan ini melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dan Bank Indonesia Malang sebagai mitra pendukung.
Dalam kesempatan tersebut, Warkoyo menyampaikan bahwa program ini merupakan komitmen jangka panjang yang telah dipersiapkan sejak delapan bulan lalu. Persiapan mencakup workshop bagi pelaku UMKM kantin serta pendampingan sertifikasi halal untuk tiga dapur hotel milik UMM.
Pada tahap awal, terdapat tiga lokasi yang dijadikan proyek percontohan, yaitu:
- Kantin Fakultas Teknik GKB III
- Kantin Asri
- Kantin Rumah Sakit UMM
Ke depan, program ini akan diperluas ke kawasan GKB I serta destinasi wisata Sengkaling.
Ketua program, Asmah Hidayati, menjelaskan bahwa pelatihan Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) akan segera dilaksanakan bagi pengelola kantin.
Selain itu, UMM juga akan melakukan:
- Uji kualitas air
- Pengujian bahan makanan
- Deteksi zat berbahaya seperti boraks dan formalin
Langkah ini dilakukan secara berkala untuk memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga.
Sebanyak 25 tenant kuliner di area prioritas ditargetkan memperoleh sertifikasi. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Zona KHAS UMM akan diluncurkan secara resmi oleh Gubernur Jawa Timur dalam waktu 2 hingga 4 bulan ke depan.
Melalui program ini, UMM tidak hanya memperkuat identitas kampus Islami, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku usaha lokal.
Inisiatif ini menegaskan posisi UMM sebagai pionir kampus yang menghadirkan ekosistem halal yang profesional, modern, dan penuh keberkahan.





0 Tanggapan
Empty Comments