Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

IMM dan Titik Temu Kemanusiaan: Merawat Aktivisme Profetik di Tengah Ancaman Tirani

Iklan Landscape Smamda
IMM dan Titik Temu Kemanusiaan: Merawat Aktivisme Profetik di Tengah Ancaman Tirani
M. Rizqi Ulin Nuha (kanan). (Istimewa/PWMU.CO)
Oleh : M. Rizqi Ulin Nuha PC IMM Malang Raya

Sejarah perubahan di negeri ini selalu ditulis dengan tinta keberanian para aktivis mahasiswa dan gerakan masyarakat sipil yang menolak tunduk pada kekuasaan.

Sebagai garda terdepan dalam mengawal keadilan, gerakan ini adalah nafas bagi demokrasi yang sehat. Namun, narasi itu kini harus berhadapan dengan kenyataan yang brutal.

Peristiwa penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus bukan sekadar serangan personal, melainkan upaya sistematis untuk membakar nyali kritis dan membungkam suara-suara yang selama ini lantang menyuarakan kebenaran.

Andrie Yunus adalah representasi dari wajah kemanusiaan yang sedang dikoyak-koyak oleh kekuasaan.

Ketika ruang publik mulai dipenuhi oleh rasa takut dan represi menjadi jawaban atas kritik, maka sesungguhnya martabat kemanusiaan sedang berada di titik nadir.

Kita dipaksa untuk bertanya kembali tentang esensi pergerakan yang tidak boleh hanya berhenti pada ruang diskusi, tetapi harus berani turun untuk membela mereka yang terpinggirkan dan tertindas.

Sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), kasus ini adalah lonceng pengingat akan mandat sejarah untuk menghadirkan aktivisme yang kokoh secara intelektual dan memiliki keberpihakan jelas pada kaum mustad’afin.

Bekas luka pada diri Andrie Yunus seolah menjadi pemandu langkah kita ke depan. Bahwa jalan menuju tatanan sosial yang berkeadilan dan peradaban utama sering kali harus melewati lorong gelap represi.

Ke depan, IMM harus berani memposisikan diri layaknya sebuah etalase bagi aktivisme profetik yang tak pernah berjarak dengan realitas sosial. Di tengah kepungan ancaman yang serba represif, ini adalah momen pembuktian sejarah.

Kita ditantang untuk membuktikan bahwa intelektualitas, religiusitas, dan humanitas bukan sekadar jargon di atas kertas, melainkan energi kolektif yang mampu melahirkan pencerahan dan pembebasan bagi masyarakat.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Inilah momentum untuk menjadikan IMM sebagai simpul atau titik temu perjumpaan ide sekaligus pelopor aksi nyata yang memastikan bahwa setiap upaya pembungkaman justru akan dibalas dengan gelombang solidaritas yang lebih besar.

Melalui titik temu, kita tidak perlu seragam dalam setiap pemikiran, namun kita harus memiliki kesepakatan nilai terhadap martabat kemanusiaan.

Dengan demikian setiap perbedaan cara pandang justru menjadi kemewahan untuk mendorong perubahan sosial yang lebih berkeadaban.

Gagasan ini bukanlah bentuk kompromi yang melemahkan, melainkan kesepakatan nilai demi kemaslahatan bersama untuk melawan segala bentuk penindasan.

Di tengah dinamika zaman dan beragamnya latar belakang pemikiran kita, semangat untuk menghadirkan peradaban utama harus tetap menyala. Jangan biarkan cahaya pencerahan ini redup oleh panasnya air keras.

Pada akhirnya disitulah letak kemuliaan seorang kader IMM, yakni menjadi akademisi Islam yang memiliki akhlak mulia dan keberanian untuk tetap bergerak memberikan dampak bagi kemanusiaan, sesulit apa pun medannya.(*)

Billahi fii sabililhaq fastabiqul khairat

 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡