Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

IMM Educare UNESA Diskusikan Tren Konten Ramadan

Iklan Landscape Smamda
IMM Educare UNESA Diskusikan Tren Konten Ramadan
IMM Educare UNESA Diskusikan Tren Konten Ramadan (Muhammad Nurdin Zulfa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Educare Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan kegiatan Ngaji Angkringan Ramadhan sebagai bagian dari rangkaian Educare Ramadan Action (ERA) 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Laboratorium Kampus Berdampak Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Lidah Wetan, Surabaya, pada Rabu (11/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan M. Iqbal Bagus selaku Ketua Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman Koordinator Komisariat IMM UNESA sebagai pemateri. Ia menyampaikan materi dengan tema “Ramadhan Vibes: Ibadah, Konten, atau Sekadar FOMO?”.

Ngaji Angkringan Ramadhan merupakan forum kajian keislaman yang dikemas secara santai dan dialogis. Melalui konsep tersebut, para peserta dapat berdiskusi secara terbuka mengenai berbagai fenomena keagamaan yang berkembang di kalangan mahasiswa.

Forum kajian ini dirancang sebagai ruang refleksi untuk membahas berbagai isu aktual dalam perspektif Islam. Suasana diskusi yang terbuka diharapkan dapat mendorong peserta untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta pertanyaan yang berkaitan dengan praktik keagamaan di tengah perkembangan teknologi digital.

Tema yang diangkat dalam kajian tersebut menyoroti fenomena meningkatnya aktivitas keagamaan di media sosial selama bulan Ramadan. Istilah “Ramadhan vibes” merujuk pada berbagai tren konten religius yang banyak beredar di platform digital, seperti unggahan tilawah Al-Qur’an, estetika berbuka puasa, tantangan khatam Al-Qur’an, hingga berbagai aktivitas ibadah yang dibagikan melalui media sosial.

Dalam pemaparannya, M. Iqbal Bagus menjelaskan bahwa fenomena tersebut memiliki dua sisi yang perlu disikapi secara bijak oleh pengguna media sosial.

Ia menjelaskan bahwa di satu sisi media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana syiar serta inspirasi bagi umat Islam untuk meningkatkan semangat beribadah selama bulan Ramadan. Namun di sisi lain, praktik tersebut juga berpotensi menggeser orientasi ibadah apabila didorong oleh keinginan memperoleh pengakuan atau validasi sosial dari pengguna lain di media digital.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Ia menegaskan bahwa dalam Islam kualitas ibadah tidak hanya diukur dari banyaknya amal yang dilakukan, tetapi juga dari keikhlasan niat dalam menjalankannya. Hal tersebut berkaitan dengan tujuan utama ibadah puasa Ramadan sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183, yaitu membentuk pribadi yang bertakwa.

Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan para peserta yang menyampaikan pandangan serta pengalaman mereka dalam menggunakan media sosial selama bulan Ramadan. Beberapa peserta juga mengajukan pertanyaan terkait cara menjaga keikhlasan dalam beribadah di tengah budaya berbagi aktivitas di media sosial.

Melalui forum tersebut, para peserta diajak untuk memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara literasi spiritual dan literasi digital. Dengan demikian, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana dakwah sekaligus tetap menjaga nilai keikhlasan dalam menjalankan ibadah.

Melalui kegiatan Ngaji Angkringan Ramadhan ini, IMM Educare Universitas Negeri Surabaya berharap mahasiswa dapat semakin reflektif dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadan serta mampu memanfaatkan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡