Puncak kegiatan Darul Arqom SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) berlangsung khidmat. Mengangkat tema “Kandungan Surat Al-Ma’un”, kegiatan ini menghadirkan Kepala SD Musix, Munahar, S.H.I., M.Pd., sebagai pemateri utama pada Jumat (27/2/2026).
Menariknya, para siswa tidak hanya menyerap teori di dalam kelas. Sebagai bentuk pembuktian pemahaman, mereka mengundang 20 anak yatim untuk hadir dan berbuka puasa bersama di lingkungan sekolah.
Rangkaian Kegiatan Sepekan
Selama hampir sepekan, Panitia Darul Arqom menggelar berbagai agenda edukatif dan religius. Dimulai dari sesi kelas 1–3 pada Senin–Selasa, kemudian dilanjutkan sesi kelas 4–6 pada Rabu–Jumat.
Berbagai agenda mulai dari penyampaian materi keagamaan, permainan edukatif, hingga kunjungan kampus ke Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) sukses dilaksanakan untuk membangun karakter siswa.
Tantangan Menghafal dan Menafsirkan
Munahar yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, memberikan tantangan khusus untuk menumbuhkan jiwa filantropi siswa.
“Siapa yang bisa membacakan, menerjemahkan, dan menafsirkan Surat Al-Ma’un? Ustaz akan beri hadiah,” tantangnya di hadapan para siswa.
Tantangan tersebut dijawab dengan berani oleh Muhammad Zidan Al Makkah. Siswa yang akrab disapa Zidan ini maju ke depan dan dengan lantang melantunkan ayat demi ayat, lengkap dengan terjemahannya menggunakan metode Turjuman.
Atas keberanian dan kemampuannya, Zidan mendapatkan apresiasi langsung berupa uang saku dari Sang Kepala Sekolah.
Mengenal Ciri Pendusta Agama
Dalam ceramahnya, Munahar menekankan pentingnya memahami siapa itu “pendusta agama” berdasarkan Surat Al-Ma’un. Ia menyebutkan tiga ciri utama:
Menghardik atau tidak menyayangi anak yatim.
Tidak mendorong memberi makan orang miskin.
Berbuat riya dalam beramal dan lalai dalam salatnya.
Ia juga menyitir hadis riwayat Imam Bukhari tentang kedudukan orang yang menyantuni anak yatim yang kelak di surga akan berdampingan dengan Rasulullah SAW layaknya jari telunjuk dan jari tengah.
Untuk mengusir rasa kantuk dan lelah, Munahar mengajak seluruh peserta melakukan “Tepuk Al-Ma’un” yang disambut riuh dan penuh semangat:
“Anak yatim? → Kita sayangi!
Orang miskin? → Kita beri!
Salat kita? → Harus berarti!
Al-Ma’un! → Mantap coy!”
Mengakhiri materinya, kepala sekolah yang telah menjabat tiga periode ini memberikan pesan menyentuh bagi seluruh siswa.
“Kebahagiaan sejati tidak ditemukan saat kita memiliki segalanya, melainkan saat kita bisa memastikan orang lain tidak kehilangan segalanya,” pungkas Munahar.
Menjelang berbuka puasa, anak yatim dari Panti Asuhan yang dikelola LKSA KH. Suja’ PCM Wonocolo hadir untuk berbuka puasa dan menerima bingkisan dan uang lebaran. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments