Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Inilah Delapan Ciri Unggul Guru Muhammadiyah, PCM Driyorejo Sampaikan Pesan Inspiratif Saat Kegiatan Pembinaan

Iklan Landscape Smamda
Inilah Delapan Ciri Unggul Guru Muhammadiyah, PCM Driyorejo Sampaikan Pesan Inspiratif Saat Kegiatan Pembinaan
Kegiatan PCM Driyorejo saat pembinaan guru dan karyawan AUM Driyorejo bersama pemateri Drs. Alim Nur Shodiq, M.PdI yang bertempat di Masjid Nur Hidayah Kota Baru Driyorejo (Elisyah Susanty/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Driyorejo kembali menyelenggarakan kegiatan pembinaan guru pada Sabtu, (10/1/2026), bertempat di Masjid Nur Hidayah Kota Baru Driyorejo, Gresik. Kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen dan kompetensi guru dalam mengemban peran sebagai tenaga pendidik berbasis nilai ke-Islaman dan ke-Muhammadiyahan.

Diikuti oleh para pendidik, karyawan, kepala sekolah dari berbagai tingkatan sekolah Muhammadiyah, mulai dari KB, TK, SD hingga SMP, kegiatan pembinaan dipandu oleh Alfionita Kusumawardhani, S.Si, S.Pd selaku pembawa acara. Masjid Nur Hidayah yang berada dalam komplek SD Muhamamdiyah 1 Driyorejo sudah dipenuhi oleh peserta sejak pagi hari. Acara yang dijadwalkan mulai pada pukul 07.30 WIB ini diikuti oleh 66 Orang.

Dalam pembinaan ini, PCM Driyorejo mengundang Drs. Alim Nur Shodiq, M.PdI sebagai pemateri utama. Mengambil tema “Menjadi Guru Pembeda Dengan Nilai ke-Islaman”, ia menyampaikan pesan penting mengenai delapan ciri unggul yang harus dimiliki seorang guru Muhammadiyah.

Pesan tersebut disampaikan dengan penuh penekanan bahwa guru tidak hanya hadir sebagai pengajar materi, tetapi juga pembimbing moral dan teladan utama bagi siswa.

Ciri-ciri Guru Unggul Muhammadiyah

Pertama yang ditekankan adalah guru memiliki nilai Tauhid. Pendidik Muhammadiyah, harus terus memiliki keyakinan bahwa Allah adalah sebagai sayu satunya pencipta dan manusia harus patuh serta taat kepada perintah_Nya. Disini jelas ditekankan bahwa guru Muhammadiyah tidak haus pujian, tidak boleh berharap dan memohon pujian, seta bekerja hanya saat dilihat oleh pimpinan dan atasan.

Kedua ialah guru memiliki karakter jujur dan bertanggungjawab. Guru Muhammadiyah harus mampu menjadi contoh nyata karakter Islami dalam sikap, jujur dalam ucapan, dan gaya hidup sehari – hari sehingga dapat menjadi panutan yang baik bagi siswa dan lingkungan sekolah. Jujur dan tanggungjawab adalah bagian dari integritas Guru Muhammadiyah.

Ketiga, yakni Self Awarenes. Kesadaran diri bahwasannya kita sebagai seorang guru memiliki sikap dan perilakunya pasti menjadi contoh yang baik. Di ruang kelas maupun di luar sekolah, guru memiliki tanggung jawab moral untuk menyebarkan nilai – nilai Islam berkemajuan sesuai tuntunan Muhammadiyah.

Keempat, Open Mind and Responsive, guru dituntut untuk memiliki sifat yang tidak mudah marah dan emosi, selalu lapang dada, serta dapat mengendalikan emosi saat mendapatkan kritikan dari Masyarakat.

Kelima, menghindari eksklusivitas dan individualis. Seorang guru Muhammadiyah harus bisa berkolaborasi dan bersinergi untuk mencapai visi menjadi terdepan dan berkemajuan. Ada 4 pilar utama dalam konsep ukhuwah Islamiyah yaitu Taaruf (sikap saling mengenal), Tafahum (sikap saling memahami), Taawun (mengetahui potensi diri), dan Takaful (jaminan rasa aman kepada sesama).

Iklan Landscape UM SURABAYA

Keenam, Organisasi Pembaharu. Muhammadiyah sebagai organisasi yang bercirikan kemajuan peradaban dan gerakan yang selalu mencerahkan maka guru Muhammadiyah hendaknya bisa menginternalisasi nilai Tajdib dan Tanwir.

Ketujuh, Berkemajuan dan Unggul. Guru Muhammadiyah tidak boleh memiliki rasa malas karena harus terus update terkait perkembangan jaman terlebih dengan adanya kemajuan teknologi. Hal ini tentu dengan tujuan agar guru memiliki kepercayaan diri sehingga dapat menjadi pribadi yang unggul.

Terakhir, Ikhlas dalam aktivitas. Guru Muhammadiyah bekerja dengan hati Ikhlas dan diwujudkan dengan selalu bersemangat dalam bekerja dan mengembangkan amal usaha. Melayani siswa dan Masyarakat dengan bersungguh – sungguh serta semua aktivitas yang dilakukan tentu hanya mengharapkan pada ridho Allah SWT.

Misi Persyarikatan

Kegiatan pembinaan ini mendapat respon positif dari para peserta. Banyak guru merasa semakin termotivasi dan memahami kembali esensi tugas yang mereka jalankan di Amal Usaha Muhammadiyah. Tidak hanya menegaskan peran guru sebagai pengajar, kegiatan ini juga mengingatkan kembali pentingnya melanjutkan misi persyarikatan dalam lingkup dunia pendidikan.

“Kegiatan ini sebagai momentum untuk mengigatkan kami selaku guru agar tetap berada dalam koridor Muhammadiyah”, ucap Nurul Izzah, S.Pd salah satu guru SD Muhammadiyah 1 Driyorejo yang turut hadir dalam kegiatan pembinaan.

Dengan pembinaan rutin seperti ini, PCM Driyorejo berharap sekolah – sekolah Muhammadiyah di wilayahnya dapat terus tumbuh menjadi lembaga pendidikan unggul yang mencetak generasi berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing, sesuai dengan cita – cita Muhammadiyah dalam memajukan bangsa dan umat. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu