Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jadi Kampus dengan Mitra Erasmus Terbanyak, Peluang Mahasiswa UMM ke Eropa Makin Lebar

Iklan Landscape Smamda
Jadi Kampus dengan Mitra Erasmus Terbanyak, Peluang Mahasiswa UMM ke Eropa Makin Lebar
Dok: Humas UMM
pwmu.co -

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman akademik dan interaksi internasional. Kesempatan tersebut dibahas dalam program UMMTalks pada 25 September 2026.

Melalui program tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai peluang internasional, mulai dari beasiswa pertukaran ke luar negeri hingga interaksi dengan mahasiswa dan dosen dari berbagai negara di lingkungan kampus.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya UMM membangun jejaring pendidikan berskala global sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi lingkungan akademik dan profesional internasional.

Jadi Kampus dengan Mitra Erasmus Terbanyak, Peluang Mahasiswa UMM ke Eropa Makin Lebar
Kepala International Relations Office (IRO) UMM, Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, MP.,

Kepala International Relations Office (IRO) UMM, Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, MP., menjelaskan bahwa IRO menjadi pintu gerbang bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan pengalaman akademik di berbagai negara.

IRO memfasilitasi sejumlah program mobilitas internasional, salah satunya melalui konsorsium Erasmus yang didanai Uni Eropa.

Menurut Listiari, UMM tercatat sebagai perguruan tinggi dengan jumlah mitra mobilitas Erasmus terbanyak di Indonesia. Pada semester mendatang, UMM kembali membuka pendaftaran bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program mobilitas ke sejumlah universitas di Italia dan Spanyol.

“Universitas di Indonesia yang memiliki mitra Erasmus dan rutin mengirim mahasiswa setiap tahun itu tidak banyak, dan untuk program mobilitas ini, kampus kita adalah yang terbanyak di Indonesia,” urainya.

Peluang tersebut terbuka bagi mahasiswa aktif yang mempersiapkan diri sejak dini. Beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan antara lain kemampuan bahasa asing, indeks prestasi akademik yang stabil, serta kelengkapan dokumen perjalanan.

UMM juga menyarankan mahasiswa baru membuat paspor sejak awal perkuliahan. Persiapan tersebut dinilai penting karena sejumlah program beasiswa pertukaran pelajar internasional memiliki proses seleksi dengan tenggat waktu yang relatif singkat.

“Kesempatan besar ini selalu datang menghampiri orang-orang yang siap, jadi siapkan diri mulai dari kemampuan komunikasi, penguasaan bahasa Inggris, hingga dokumen paspor agar sewaktu-waktu bisa langsung mendaftar,” tegasnya.

Bagi mahasiswa yang belum memiliki kesempatan belajar ke luar negeri, UMM juga menghadirkan pengalaman internasional melalui interaksi langsung dengan mahasiswa dan akademisi mancanegara.

SMPM 5 Pucang SBY

Jadi Kampus dengan Mitra Erasmus Terbanyak, Peluang Mahasiswa UMM ke Eropa Makin Lebar
Sekretaris IRO UMM, Tonny Dian Effendi, M. Si., M.Soc.Sc, Ph.D.,

Sekretaris IRO UMM, Tonny Dian Effendi, M. Si., M.Soc.Sc, Ph.D., menjelaskan bahwa konsep internasionalisasi tidak hanya dilakukan dengan mengirim mahasiswa ke luar negeri.

UMM juga rutin menghadirkan akademisi dan mahasiswa asing dari berbagai negara untuk melakukan pertukaran budaya. Interaksi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar mengenai perbedaan budaya, meningkatkan toleransi, serta melatih kemampuan beradaptasi dalam lingkungan yang beragam.

“Hal yang paling utama adalah membangun cara pandang global. Berinteraksi dengan orang dari berbagai negara di lingkungan kampus akan mempengaruhi visi dan mempersiapkan mahasiswa agar tangguh bersaing di kancah internasional,” imbuhnya.

Interaksi mahasiswa asing di UMM juga didukung melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Jadi Kampus dengan Mitra Erasmus Terbanyak, Peluang Mahasiswa UMM ke Eropa Makin Lebar
Kepala BIPA UMM, Riski Lestiono, S.Pd., M.A, Ph.D.,

Kepala BIPA UMM, Riski Lestiona, S.Pd., M.A, Ph.D., mengatakan program tersebut tidak hanya mengajarkan tata bahasa Indonesia, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara.

Peserta BIPA diajak belajar melalui interaksi dengan masyarakat, kunjungan ke situs sejarah, hingga pengenalan kesenian tradisional. Kehadiran mereka juga membuka ruang bagi mahasiswa lokal untuk berlatih komunikasi dan membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai negara.

“Mahasiswa tidak perlu ragu jika kemampuan bahasanya belum sempurna, karena kampus ini adalah miniatur dunia yang sangat tepat untuk berlatih komunikasi global sebelum mereka benar-benar berangkat ke luar negeri,” pungkasnya.

Melalui berbagai program tersebut, UMM membuka jalur internasionalisasi baik melalui mobilitas mahasiswa ke luar negeri maupun melalui interaksi lintas budaya di lingkungan kampus.

Revisi Oleh:
  • Satria - 28/09/2026 19:55
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu