
Pembukaan Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah dan Aisyiyah oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Kamis (26/06/2025). (Khoirul Fahri/PWMU.CO).
PWMU.CO – 1633 Relawan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari berbagai penjuru tanah air berkumpul dalam Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah-‘Aisyiyah 2025.
Dalam semangat menguatkan ketangguhan bangsa menghadapi bencana, agenda berlangsung di Wonder Park, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/06/2025).
Lebih lanjut, MDMC Jember menugaskan tujuh orang relawan. Antara lain Moh. Agus Shofarudin, Ainal Fuad, Resna Bagus, A. Syahir, Khoirul Fahri Arrijal, Siti Sundari dan Lailatun Ni’mah.
Kolaborasi Berbagai Pihak
Tim MDMC Jember membawa misi untuk mengkolaborasikan antara Universitas Muhammadiyah Jember, RSU UM Jember, Lazismu Jember, Majelis Dikdasmen dan LPCR PM PDM Jember.
Kolaborasi itu berlangsung dengan penguatan pada klaster Perguruan Tinggi Tangguh Bencana, Rumah Sakit Aman Bencana, Satuan Pendidikan Aman Bencana, Manajemen Fundrising dan Masjid dan Mushola Tangguh Bencana.
Jambore Nasional ke-3 mengusung tema “Memperkuat Ketangguhan Menuju Indonesia yang Berkemakmuran”. Jambore ini menjadi ruang aktualisasi dan internalisasi pengetahuan serta keterampilan penanggulangan bencana yang telah para relawan Muhammadiyah peroleh.
Kegiatan akan berlangsung hingga Minggu (29/06/2025), dan menjadi momentum strategis dalam membentuk karakter relawan yang tangkas, tanggap, dan tangguh.
Lebih lanjut, jambore ini juga terhadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya:
- Ketua MDMC PP Muhammadiyah, H Budi Setiawan ST
- Ketua LLHPB PP ‘Aisyiyah, Rahmawati Husein MCP PhD
- Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto SE MM
- Wakil Bupati Karanganyar, H Adhe Eliana SE
- Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi SH SSt MK
- Ketua MPR RI, Ahmad Muzani
Apresiasi BNPB RI
Kepala BNPB Letjen TNI, Dr Suharyanto SSos MM memberikan apresiasi tinggi kepada para relawan Muhammadiyah yang senantiasa hadir di tengah masyarakat. Tanpa mengenal lelah dan takut dalam membantu korban bencana.
“Setiap ada bencana, baik di Indonesia maupun luar negeri, MDMC dan ‘Aisyiyah selalu ada. Tidak lelah, tidak pernah takut, tidak bosan. Selalu hadir dan dicintai masyarakat” ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Dr Abdul Mu’ti MEd menegaskan bahwa aksi kemanusiaan telah menjadi identitas dan nilai yang mendarah daging dalam diri relawan Muhammadiyah.
“Di mana ada bencana, di situ ada MDMC. Ini menunjukkan bahwa pelayanan sosial adalah DNA relawan Muhammadiyah” tegasnya.
Dalam sambutannya, Ketua MDMC PP Muhammadiyah H Budi Setiawan menekankan pentingnya memperkuat jejaring dan kerja kolaboratif antar relawan. Menurutnya, hal ini sebagai modal sosial dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
“Relawan Muhammadiyah bukan hanya hadir di saat tanggap darurat. Tapi juga dalam fase pemulihan dan membangun ketangguhan masyarakat secara berkelanjutan” ujarnya.
Jambore Nasional ini tidak hanya menjadi wahana pembelajaran dan penguatan kapasitas. Tetapi juga mempererat ukhuwah serta meneguhkan komitmen untuk terus membangun ketangguhan bangsa dalam menghadapi berbagai risiko bencana.
Melalui MDMC dan LLHPB ‘Aisyiyah, Muhammadiyah terus melangkah menjemput amanah kemanusiaan. Karena bagi relawan Muhammadiyah, kemanusiaan adalah bagian dari ibadah, dan kerja kemanusiaan adalah bentuk menggembirakan dakwah Muhammadiyah yang mencerahkan semesta.
Penulis Khoirul Fahri Arrijal, Editor Danar Trivasya Fikri


0 Tanggapan
Empty Comments