Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jejak Pendidikan Al-Ishlah Lamongan dalam Kepemimpinan Wakil Mudir Mu’allimin

Iklan Landscape Smamda
Jejak Pendidikan Al-Ishlah Lamongan dalam Kepemimpinan Wakil Mudir Mu’allimin
Wadir Mua'llimin foto diapit guru MA Al-Ishlah di depan gedung tua saksi bisu perjuangan KH Ahmad Dahlan, Jumat 19 Desember 2025 (Niha Luqman/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pendidikan karakter dan penguasaan bahasa asing yang ditanamkan di Pondok Pesantren Al-Ishlah Lamongan menjadi bekal penting dalam perjalanan kepemimpinan Ustadz Solikhin, M.Pd. sebagai Wakil Mudir Bidang Akademik Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Hal tersebut ia sampaikan saat merefleksikan pengalaman pendidikannya sebagai alumnus SMP Muhammadiyah 12 Paciran angkatan 2002.

Ustadz Solikhin mengungkapkan rasa syukur atas proses pendidikan yang ia jalani selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al-Ishlah. Menurutnya, pesantren tidak hanya memberikan bekal keilmuan, tetapi juga membentuk karakter yang berpengaruh hingga saat ini dalam menjalankan amanah kepemimpinan di bidang pendidikan.

“Al-Ishlah tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, kemandirian, serta wawasan global melalui penguatan bahasa asing. Nilai-nilai inilah yang terus saya bawa dalam pengabdian di dunia pendidikan,” tutur Ustadz Solikhin.

Putra asli Magelang tersebut juga merupakan lulusan Program Magister Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan yang diselesaikannya pada tahun 2020. Ia menilai bahwa perjalanan akademik dan pengalaman organisasi yang ia tempuh saling melengkapi dalam membentuk cara berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan sebagai pendidik.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Solikhin turut menyinggung kuatnya nilai sejarah yang melekat pada Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Ia menjelaskan bahwa lembaga pendidikan tersebut merupakan salah satu pusat kaderisasi Muhammadiyah yang memiliki peran penting dalam perjalanan persyarikatan dan bangsa.

“Mu’allimin pernah dipimpin langsung oleh KH Ahmad Dahlan, dan kemudian dilanjutkan oleh KH Mas Mansur. Bangunan ini menjadi saksi bisu gerak langkah para pendiri Muhammadiyah dalam menggembleng generasi kader yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa kepemimpinan,” ungkapnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta berdiri sejak tahun 1918 dan hingga kini terus menjalankan fungsi kaderisasi secara berkelanjutan. Saat ini, madrasah tersebut membina sekitar 1.700 santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Para santri dibekali pendidikan berbasis keislaman, kebangsaan, serta semangat kemajuan yang menjadi ciri khas pendidikan Muhammadiyah.

Bagi Ustadz Solikhin, perpaduan antara tradisi pesantren, sistem pendidikan modern, dan nilai perjuangan para pendiri Muhammadiyah menjadi landasan penting dalam mengembangkan kepemimpinan akademik di Mu’allimin. Ia menilai bahwa pembinaan karakter yang konsisten sejak dini akan berpengaruh pada kualitas kepemimpinan seseorang di masa depan.

Melalui pengalaman tersebut, Ustadz Solikhin menegaskan bahwa pendidikan karakter yang kuat dan berkelanjutan akan membentuk pribadi yang memiliki integritas serta tanggung jawab dalam mengemban amanah di bidang pendidikan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu