Sandal masuk surga” mengacu pada dua kisah penting: kisah Nabi Idris yang sandalnya tertinggal di surga hingga ia meminta izin untuk kembali dan akhirnya tinggal di sana, serta kisah Bilal bin Rabah yang suara sandalnya terdengar di surga karena amalan istikomahnya dalam salat sunnah setelah berwudu.
Kedua kisah itu menekankan pentingnya keimanan dan amal saleh yang membawa seseorang ke surga, meskipun dalam bentuk yang berbeda.
Dalam tulisan ini kita bahas kisah Bilal bin Rabah. Selama peristiwa Isra Miraj, Nabi Muhammad saw mendengar suara sandal Bilal bin Rabah di surga.
Nabi Muhammad saw kemudian bertanya kepada Bilal amalan apa yang paling dia harapkan, dan Bilal menjawab bahwa ia tidak pernah berwudu (mengambil wudu) pada satu waktu di malam atau siang hari kecuali ia salat sunah dengan wudu tersebut.
Kisah ini menunjukkan bahwa suara sandalnya terdengar di surga karena dia senantiasa menjaga wudhu dan shalat sunnah, sebuah amalan yang membawanya ke surga.
Suara sandal yang dimaksud masuk surga adalah bahwa amal-amal kecil yang dilakukan dengan konsisten dapat menjadi kunci seseorang untuk meraih surga.
Kisah ini juga menekankan bahwa surga dan neraka sangat dekat dengan manusia, sehingga tidak boleh meremehkan kebaikan sekecil apapun dan kemaksiatan sekecil apapun.
Kisah tersebut dicatat dalam Kitab Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Fadhail
بَابُ اسْتِحْبَابِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الوُضُوْءِ
209. Bab Sunahnya Salat Dua Rakaat setelah Wudu
Hadis #1146
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ لِبِلاَلٍ: «يَا بِلاَلُ، حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الإِسْلاَمِ، فَإنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ في الجَنَّةِ» قَالَ: مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجَى عِنْدِي مِنْ أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طُهُوْرًا فِي سَاعَةٍ مِنْ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلاَّ صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ،وَهَذَا لَفْظُ البُخَارِي.
«الدَّفُّ» بِالفَاءِ: صَوْتُ النَّعْلِ وَحَرَكَتُهُ عَلَى الأَرْضِ، واللهُ أعْلَم.
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Bilal, “Wahai Bilal, ceritakanlah kepadaku tentang satu amalan yang engkau lakukan di dalam Islam yang paling engkau harapkan pahalanya, karena aku mendengar suara kedua sandalmu di surga.” Bilal menjawab, “Tidak ada amal yang aku lakukan yang paling aku harapkan pahalanya daripada aku bersuci pada waktu malam atau siang pasti aku melakukan shalat dengan wudhu tersebut sebagaimana yang telah ditetapkan untukku.” (HR. Bukhari, no. 443 dan Muslim, no. 715).
Faedah Hadis
1. Amalan yang dilakukan sembunyi-sembunyi lebih utama dari amalan yang dilakukan terang-terangan. Hadis ini menunjukkan anjuran untuk melakukan shalat sunnah setelah wudu.
2. Hadis ini menunjukkan ada amalan kecil berpahala besar. Allah yang memperbesar balasan suatu amalan setelah Allah mempermudah hamba untuk beramal.
3, Kabar keutamaan pahala suatu amalan diharapkan dapat memotivasi untuk terus beramal dengan istikomah,
4. Dianjurkan setelah wudu untuk diikuti sholat sunah dua rokaat.
5. Masuk surga itu dengan rahmat Allah, sedangkan derajat di surga sesuai amalan hamba terutama menambah amalan sunah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments