Implementasi Peraturan Pertandingan Pencak Silat Nasional (PPPSN) 2026 mulai diberlakukan secara masif di wilayah Jawa Timur.
Ketua Lembaga Wasit Juri IPSI Jawa Timur, Drs Mahfud MH, menegaskan seluruh jajaran pengurus dan pelatih wajib menuntaskan adaptasi regulasi baru.
Hal tersebut disampaikan pria yang sekaligus Ketua Umum Pimpinan Daerah 006 Tapak Suci Kota Surabaya itu mengingat padatnya agenda kejuaraan daerah yang sudah di depan mata.
“Ini murni instruksi langsung dari PB IPSI per 5 September kemarin, jadi seluruh provinsi di Indonesia wajib memakai regulasi PPPSN 2026 ini tanpa terkecuali” tegasnya.
“Nah, kebetulan kita punya agenda terdekat di depan mata, tanggal 6 sampai 11 November ini sudah mulai Popda, lalu disambung lagi tanggal 16 sampai 21 November di Sidoarjo untuk Piala Gubernur. Otomatis, semua kejuaraan itu sudah harus menggunakan aturan baru ini di gelanggang” tutur Mahfud.
Mandat PB IPSI
Mahfud menjelaskan bahwa penerapan PPPSN 2026 merupakan mandat langsung Pengurus Besar (PB) IPSI tertanggal 5 September 2026 yang mengharuskan seluruh pengprov mengadopsi standar baku Munas 2026.
Ketentuan ini mendesak untuk segera dikuasai karena Jawa Timur bakal menggelar sejumlah ajang olahraga bergengsi dalam waktu dekat.
Di antaranya yakni Pekan Olahraga Daerah (Popda) Jawa Timur pada 6–11 November 2026, yang dilanjutkan dengan kejuaraan Piala Gubernur Jawa Timur di Kabupaten Sidoarjo pada 16–21 November 2026.
“Ini merupakan perintah dari PB IPSI per 5 September bahwa seluruh provinsi se-Indonesia harus pakai peraturan PPPSN 2026 ini. Kebetulan tanggal 6 sampai 11 November ada Popda, dilanjut tanggal 16 sampai 21 di Sidoarjo untuk Piala Gubernur, semuanya sudah harus memakai peraturan ini” tutur Mahfud usai penutupan sosialisasi di Surabaya.
“Kalau dari sudut pandang internal, khususnya teman-teman Tapak Suci di Surabaya, harapan saya jelas para atlet dan pelatih harus benar-benar menguasai materi ini” ujar Mahfud.
Pasalnya, lanjut Mahfud, agar baik atlet maupun pelatih dapat bertanding sesuai aturan dengan baik dan bersih.
“Kalau mereka paham betul isi aturannya, kita bisa bertanding dengan baik, bersih, dan meminimalkan celah pelanggaran yang justru merugikan poin anak-anak sendiri saat tanding” ujar Ketua Pimda 006 Tapak Suci Surabaya.
Sebagai pimpinan perguruan Tapak Suci di Surabaya, Pendekar Utama pencak silat ini menginstruksikan seluruh pelatih dan pesilat di bawah naungannya untuk mendalami pasal per pasal dalam PPPSN 2026.
Menurutnya, pemahaman yang presisi mengenai aspek jangkauan serangan, teknik pembelaan sah, serta batas toleransi pelanggaran akan menghindarkan atlet dari sanksi konyol yang merugikan perolehan angka.
Penguasaan materi secara menyeluruh oleh para praktisi lapangan diyakini menjadi kunci utama dalam menjaga sportifitas sekaligus meningkatkan kualifikasi capaian medali atlet Jawa Timur di tingkat nasional.






0 Tanggapan
Empty Comments