Rasa ingin tahu menjadi bekal awal bagi seorang jurnalis. Hal itulah yang mulai diasah oleh 21 siswa terpilih sebagai Jurnalis Cilik SD Mutu Paiton dalam kegiatan Diklat Jurnalis Cilik di Radar Bromo, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini menjadi pengalaman baru bagi para siswa untuk mengenal dunia jurnalistik secara lebih dekat.
Sebanyak 19 siswi dan dua siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi Kepala SD Mutu Paiton Ustadzah Irhamni Lailatul Maghfiroh, PJ Jurnalis Cilik Ustadzah Robiatul Awwaliyah, serta Sie Dokumentasi Ustadzah Dwi Riris Indriyani.
Diklat diawali dengan pematerian oleh Pimpinan Redaksi Radar Bromo, Ibu Hana Susanti, S.Sos., M.Ikom. Para siswa diajak mengenal dunia jurnalistik dan memahami bagaimana sebuah informasi dapat diolah menjadi berita.
Ada satu pesan penting yang disampaikan Ibu Hana kepada para jurnalis cilik, yaitu tentang kejujuran.
“Jadilah jurnalis yang jujur dalam mengungkap berita. Jangan suka berbohong atau mengubah fakta,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tugas jurnalis bukan sekadar menulis, tetapi juga menyampaikan informasi berdasarkan fakta.
Menariknya, pematerian justru membuat rasa ingin tahu para siswa semakin besar. Mereka kemudian mendapat kesempatan untuk mewawancarai langsung Ibu Hana Susanti.
Berbagai pertanyaan diajukan tentang hal-hal yang harus dimiliki seorang jurnalis cilik. Momen ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk mempraktikkan keberanian bertanya sekaligus belajar menggali informasi dari narasumber.
Setelah itu, para Jurnalis Cilik mengikuti room tour di kantor Radar Bromo. Mereka diajak melihat lebih dekat ruang dan suasana kerja di balik sebuah media.
Pengalaman tersebut membuat siswa tidak hanya membayangkan bagaimana berita dibuat, tetapi juga melihat langsung lingkungan tempat proses jurnalistik berlangsung.
Perjalanan belajar kemudian dilanjutkan dengan praktik membuat berita. Berbekal kata kunci Adik Simba atau 5W+1H, siswa mencoba mengolah informasi menjadi sebuah berita sederhana.
Dari satu kegiatan, para Jurnalis Cilik mendapatkan banyak pengalaman: mendengar, bertanya, mengamati, dan mencoba menulis.
Kegiatan tersebut menjadi langkah kecil untuk menumbuhkan generasi yang peka terhadap lingkungan, kritis dalam mencari informasi, berani bertanya, dan jujur dalam menyampaikan fakta.






0 Tanggapan
Empty Comments