Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kajian Ahad Pagi PCM Kenjeran Bahas Empat Golongan yang Dirindukan Surga

Iklan Landscape Smamda
Kajian Ahad Pagi PCM Kenjeran Bahas Empat Golongan yang Dirindukan Surga
Ketua LDK PDM kabupaten Malang Ustadz Dr. Ajang Kusmara, S.Ag M.Ag memberikan materi dalam Kajian Ajad Pagi Majelis Tabligh PCM Kenjeran. Foto: Nashiiruddin/PWMU.CO
pwmu.co -

Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran kembali menggelar Kajian Ahad Pagi di Masjid Al-Hakim, Jalan Sidotopo Wetan Mulia I No. 9-11, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, pada Ahad (19/10/2025). Kegiatan rutin yang diadakan setiap Ahad ketiga ini diikuti oleh guru, karyawan amal usaha Muhammadiyah Kenjeran, serta warga sekitar.

Kajian kali ini menghadirkan Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PDM Kota Malang, Ustadz Dr. Ajang Kusmara, S.Ag., M.Ag., yang menyampaikan pentingnya kehadiran dalam majelis ilmu. Menurutnya, menghadiri majelis ilmu lebih utama dibandingkan beribadah selama enam puluh tahun tanpa ilmu.

“Majelis ilmu adalah tempat berkumpulnya orang-orang yang ingin mencari ridha Allah melalui pengetahuan agama. Rasulullah Saw menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan jalan menuju surga. Bahkan, dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa hadir dalam majelis ilmu lebih utama dari ibadah selama enam puluh tahun,” tutur Ustadz Ajang.

Ia menambahkan, ibadah tanpa ilmu berpotensi kehilangan arah dan nilai. “Ilmu adalah kompas agar ibadah kita benar sesuai tuntunan Rasulullah. Satu kali memahami ilmu bisa melahirkan ribuan amal shalih sepanjang hidup,” jelasnya.

Menurutnya, menuntut ilmu merupakan ibadah hati dan akal, sedangkan ibadah seperti shalat dan puasa hanya melibatkan tubuh. Karena itu, orang berilmu memberi manfaat luas bagi banyak orang, sementara ibadah pribadi hanya bermanfaat bagi diri sendiri.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Ajang juga membahas empat golongan yang dirindukan surga, sebagaimana disebut dalam hadis riwayat Ibnu Abbas:

الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَالِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ

“Surga merindukan empat golongan: orang yang membaca Al-Qur’an, yang menjaga lisannya, yang memberi makan orang lapar, dan yang berpuasa di bulan Ramadhan.”

Ia menekankan agar jamaah tidak hanya memahami makna hadis secara tekstual, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Empat golongan tersebut, dijelaskan Ustadz Ajang, adalah:

Orang yang membaca dan mengamalkan Al-Qur’an.

“Bukan sekadar membaca dengan lisan, tetapi juga merenungi maknanya dan menjadikannya pedoman hidup,” ujarnya.

Pemelihara lisan.

“Menjaga perkataan agar tidak menyakiti orang lain. Lidah bisa menjadi sebab besar kerusakan sosial seperti fitnah dan perselisihan. Karena itu, menjaga lisan adalah bagian penting dari takwa,” tambahnya.

Pemberi makan kepada orang lapar.

“Kepedulian sosial seperti memberi makan orang miskin, berinfak, dan bersedekah bukan sekadar amal duniawi, tetapi juga bernilai ukhrawi,” jelasnya.

Orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.

“Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan hawa nafsu, memperbanyak amal, dan memperbaiki diri,” terangnya.

Ustadz Ajang menutup tausiyahnya dengan pesan pentingnya menyeimbangkan ibadah vertikal kepada Allah dengan amal horizontal kepada sesama manusia. Ia mengajak peserta untuk membawa nilai-nilai tersebut ke dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan lingkungan agar dakwah menjadi nyata.

Acara ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan ramah tamah antarjamaah. Pada kesempatan yang sama, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PCM Kenjeran juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi jamaah yang hadir. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu