
PWMU.CO-Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brondong sukses menyelenggarakan Kajian Ramadan 1446 Hijriyah, bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Brondong, pada Kamis (6/3/2025).
Acara Kajian Ramadan 1446 Hijriyah yang diselenggarakan Majelis Tabligh PCM Brondong menghadirkan Wakil Ketua PDM Lamongan selaku Koordinator Majelis Tabligh yakni ustad Masroin Assafani, MA.
Acara tersebut dihadiri oleh Jajaran PCM Brondong, Majelis PCM Brondong, Ketua Takmir Masjid Muhammadiyah dan Korp Mubaligh Muhammadiyah seCabang Brondong.
“Kajian Ramadan 1446 Hijriyah Majelis Tabligh PCM Brondong diikuti Jajaran PCM dan Majelis Tabligh PCM Brondong, Ketua Takmir Masjid dan Korp Mubaligh Muhammadiyah”, Ujar Lubis Salam, MPdI selaku Ketua Majelis Tabligh PCM Brondong.
Ketua PCM Brondong, Drs Mat Iskan dalam sambutannya menyampaikan tentang pentingnya menumbuhkan semangat berdakwah.
Beliau juga meminta kepada Majelis Tabligh PCM Brondong untuk dapat menggerakkan korp Mubaligh Muhammadiyah Kecamatan Brondong sebaik-baiknya. Sehingga terbentuklah dakwah Muhammadiyah yang mencerahkan dan tersistem dengan baik.
Lebih lanjut, Mat Iskan juga berharap ke depan Majelis Tabligh PCM Brondong dapat membuat program dan mewujudkan Sekolah Kader Mubaligh. Hal itu dianggap penting bagi Muhammadiyah Brondong, untuk upaya meningkatkan kapasitas keilmuan Mubaligh Muhammadiyah seCabang Brondong.
Sekolah Kader Mubaligh diharapkan nanti dapat mempercepat lahirnya para Mubaligh Muda Muhammadiyah yang memiliki kapasitas keilmuan yang mumpuni.

Ustad Masroin Assafani mengawali materi kajian ceramahnya, Beliau menyampaikan penggelan kisah kehidupan imam Nawawi.
Kemudian Beliau menjelaskan jejak dakwah yang selama ini telah dialami oleh ustad Masroin Assafani. Dengan harapan menjadi penyemangat bagi para Mubaligh Muhammadiyah di Kecamatan Brondong.
Menurutnya berdakwah di Brondong dan Pantura, kendala dan tantangannya lebih ringan dan mudah dibanding di daerah Laren dan sekitarnya.
Dimana geografis di Kecamatan Brondong dengan infrastruktur yang jauh lebih baik dan mudah untuk dijangkau oleh para Mubaligh untuk berdakwah daripada di Laren. Di Laren para Mubaligh dalam aktifitas dakwahnya harus menelusuri sungai Bengawan solo, jalan yang berlumpur dan kendala lainnya. Yang itu membutuhkan ghiroh yang kuat bagi para Mubaligh untuk dapat mensyiarkan ajaran agama Islam kepada para jamaahnya.
Kemudian, Beliau berpesan bagi para Mubaligh Muhammadiyah, untuk terus Istiqomah membina ajaran agama Islam kepada masyarakat, memberikan pencerahan kepada mereka, serta berusaha untuk terus dapat memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan dan program yang membawa kemaslahatan bagi umat.
Untuk itu, Beliau memberikan beberapa tips yang harus dimiliki bagi para Mubaligh Muhammadiyah:
- Mubaligh harus memiliki jiwa pengasih
- Mubaligh pantang berkeluh kesah
- Mubaligh berjiwa tangguh
- Mubaligh berjiwa penggerak dan memahami peta dakwah
- Mubaligh berjiwa sabar, ikhlash, dan syukur
Semoga dengan Kajian Ramadan ini lebih memperkuat ghiroh bagi para Mubaligh untuk terus melakukan upaya pencerahan agama Islam kepada umat, sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya di masa mendatang.
Penulis Ma’in Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan






0 Tanggapan
Empty Comments