Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kajian Subuh Bahas Empat Induk Kebajikan Dunia Akhirat

Iklan Landscape Smamda
Kajian Subuh Bahas Empat Induk Kebajikan Dunia Akhirat
Kajian kitab Nashaihul Ibad sehabis subuh oleh ketua PCM Genteng pada pertemuan ke-sepuluh. (Alib/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kajian Kitab Nashaihul Ibad yang dilaksanakan selepas salat Subuh pada Sabtu (2/3/2026) di Masjid Al-Falah Pusdamu PRM Jalen, Genteng, Banyuwangi, kembali digelar dengan pembahasan materi lanjutan. Kegiatan yang diasuh oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng, Taslim, M.Pd., tersebut telah memasuki pertemuan ke-10 dengan tema “Pangkal Kebajikan Dunia Akhirat”.

Mengawali kajian, Ustadz Taslim menyampaikan bahwa pada pertemuan sebelumnya jamaah telah banyak membahas tentang atsar, yaitu perkataan para sahabat, tabi’in, maupun tabi’ut tabi’in. Pada kesempatan kali ini, pembahasan dilanjutkan dengan khabar atau berita dari Nabi Muhammad Saw. yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis. Bab yang dibahas berjudul “Empat Macam Induk”.

Nabi Muhammad Saw bersabda “Induk ada empat induk obat, induk tata adab, induk ibadah dan induk harapan, Induk obat adalah sedikit makan, induk tata adab adalah sedikit bicara, induk ibadah adalah sedikit dosa dan induk harapan adalah sabar menanti.”

Ustadz Taslim kemudian menjelaskan satu per satu isi hadis tersebut. Pertama, induk obat adalah sedikit makan. Ia menerangkan bahwa sedikit makan menjadi induk segala obat karena mengonsumsi makanan yang tidak sesuai dengan kemampuan atau takaran tubuh dapat membahayakan kesehatan.

Ia juga mengingatkan tentang hikmah puasa yang dijalankan pada bulan Ramadan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan melalui pengendalian makan.

Kedua, induk tata adab adalah sedikit bicara. Dalam Islam, membicarakan orang lain meskipun benar adanya disebut ghibah, sedangkan kebalikannya adalah fitnah. Oleh karena itu, menjaga lisan menjadi bagian penting dalam pembentukan adab seorang Muslim.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ketiga, induk ibadah adalah sedikit dosa. Ia menjelaskan bahwa dosa dapat mengurangi pahala ibadah. Sebagaimana sabda Rasulullah, betapa banyak orang yang berpuasa, namun hasilnya hanya lapar dan dahaga. Hal tersebut menunjukkan bahwa ibadah puasa dapat menjadi sia-sia apabila tidak diiringi dengan pengendalian diri dari perbuatan dosa.

Keempat, induk harapan adalah sabar. Ustadz Taslim menyampaikan bahwa sabar merupakan bagian penting dalam menjalani kehidupan. Ia mengutip ungkapan “Dengan kesabaran anda akan memperoleh apa-apa yang kamu kehendaki dan dengan takwa anda dapat melunakkan besi.”

Pada bagian akhir kajian, ia menegaskan bahwa puasa tidak hanya menahan makan, minum, dan hubungan suami istri, tetapi juga menjaga lisan dan hati. Ia berharap nilai kesabaran yang dilatih selama Ramadan dapat terus melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Kajian Subuh ini diikuti oleh jamaah Masjid Al-Falah dan menjadi bagian dari agenda rutin pembinaan keislaman di lingkungan PCM Genteng. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu