Kajian tafsir al Quran di Masjid An-Nur Genteng, Banyuwangi, membahas tata cara meminang seorang perempuan di masa iddah wafat, Jumat (14/11/2025).
Kajian ini dimulai setelah melakukan shalat Maghrib berjamaah. Dengan penceramah, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng, Taufiqur Rohman, M.Pd.I.
Pengajian ini diikuti oleh jamaah masjid setempat dan warga Muhammadiyah Ranting Genteng Kulon, baik laki-laki maupun perempuan.
Di awal kajian, Ketua Majelis Tabligh itu mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah SWT. Karena masih diberikan nikmat iman dan nikmat sempat, sehingga dapat hadir di majelis ilmu ini.
Selanjutnya ia membacakan ayat al-Quran dalam Surat al-Baqarah 235. Di ayat tersebut dijelaskan dengan detail bagaimana cara seorang laki-laki meminang seorang perempuan yang sedang menjalani masa iddah wafat selama empat bulan sepuluh hari.
“Dalam ayat ini dijelaskan dengan istilah khitbah (meminang),” tambahnya.
Di antara cara tersebut adalah dengan mengutarakan maksud meminang menggunakan bahasa kiasan atau sindiran. Tidak diperkenankan berterus terang.
Hal ini dalam rangka adab menghormati kondisi perempuan itu yang masih dalam masa berkabung karena suaminya meninggal dunia.
Selain itu, jika ada berkehendak dengan perempuan tersebut hendaknya disimpan terlebih dulu sambil menunggu masa iddahnya habis.
Kedua pihak dilarang mengadakan perjanjian rahasia dengan bertemu di suatu tempat tertentu untuk membicarakan ikatan pernikahan.
“Jangan menggunakan kata-kata yang tidak sopan,” tandasnya.
Ustadz asal Pandan itu menyampaikan bahwa semua itu ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah dalam ajaran Islam untuk menjaga marwah kehidupan rumah tangga seorang muslim.
Oleh karena itu, untuk Islam diperintahkan untuk berhati-hati dalam hal ini. Jangan sampai melanggarnya.
Pelaksanaan kajian yang berlangsung selama 45 menit berlangsung dengan khidmat dan lancar. Kajian ini diakhiri seiring dengan masuknya waktu salat Isya untuk daerah Genteng dan sekitarnya.
Setelah itu dilanjutkan dengan shalat Isya berjamaah. Pada rakaat pertama imam membaca Surat al-Ala sedangkan di rakaat kedua dibacakan Surat at-Tin.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments