Kayyisah Zarifah Mazaya Kisna dari kelas 8 Boron dan Julio Fakhri Kurniawan dari kelas 8 Helium terpilih sebagai Spemdalas Brand Ambassador 2026. Keduanya berhasil meraih kepercayaan dalam Grand Final Spemdalas Brand Ambassador 2026 yang digelar SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mengembangkan potensi siswa, khususnya di bidang komunikasi, kreativitas pembuatan konten, dan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking).
Wakil Kepala Sekolah Bidang Marketing Spemdalas, Edy Kurniawan, S.Pd., menyampaikan bahwa program Spemdalas Brand Ambassador menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus belajar menjadi representasi positif sekolah.
“Melalui Spemdalas Brand Ambassador, kami ingin memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengasah kemampuan komunikasi. Kami berharap mereka dapat menjadi representasi Spemdalas yang mampu menyampaikan informasi tentang sekolah secara positif, kreatif, dan menarik,” tuturnya.
Program ini sekaligus menjadi sarana bagi siswa untuk mengenalkan berbagai program dan prestasi sekolah kepada masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan semangat Spemdalas, yakni “Berprestasi, Berbudi, dan Peduli.”
Melalui Beberapa Tahapan Seleksi
Koordinator Marketing Spemdalas, Oky Senja Prastica, S.Pd., menjelaskan bahwa pemilihan Spemdalas Brand Ambassador 2026 melalui beberapa tahapan seleksi.
Pada tahap awal, panitia menjaring 25 anggota baru melalui tes wawancara, pembuatan konten, dan public speaking. Selanjutnya, panitia memilih 10 finalis yang merupakan gabungan anggota lama dan anggota baru untuk mengikuti tahapan berikutnya.
“Pada tahap awal, kami menyeleksi peserta untuk mendapatkan 25 anggota baru. Seleksinya meliputi wawancara, membuat konten, dan public speaking. Selanjutnya, kami memilih 10 finalis yang berasal dari gabungan anggota lama dan anggota baru untuk mengikuti tahapan berikutnya,” jelas Oky.
Grand Final Spemdalas Brand Ambassador 2026 menghadirkan tiga figur muda berprestasi sebagai dewan juri. Mereka adalah Muhammad Jaabir Danadyaksa N., Juara 3 Duta Genre Kabupaten Gresik 2024 sekaligus alumni Spemdalas; Mohammad Bima Wahyu Sampurno, Wakil 2 Cak Gresik 2025; serta Intan Khofifatus Sakinah, Miss Hijab Pendidikan Indonesia 2025.
Acara ini dipandu oleh Qonita Zakiyah, Juara 1 Brand Ambassador GTK Airlangga yang juga merupakan alumni Spemdalas.
Dalam sesi penilaian, para finalis mendapat sejumlah pertanyaan yang menguji sikap, tanggung jawab, dan pemahaman mereka terhadap peran sebagai duta sekolah.
Salah satu pertanyaan berkaitan dengan tindakan yang akan dilakukan jika menemukan unggahan di media sosial yang berpotensi merusak nama baik Spemdalas. Para finalis juga diminta menjelaskan langkah yang dapat dilakukan untuk memberikan dampak positif bagi sekolah.
Pertanyaan lainnya menguji kemampuan finalis dalam memberikan kontribusi nyata untuk mempromosikan kegiatan dan prestasi sekolah, membuat konten yang kreatif dan informatif, serta menggunakan media sosial secara bijak.
Kayyisah: Dukungan Menambah Semangat
Puncak kegiatan ditandai dengan pengumuman pemenang Spemdalas Brand Ambassador 2026. Kayyisah Zarifah Mazaya Kisna dari kelas 8 Boron dan Julio Fakhri Kurniawan dari kelas 8 Helium terpilih sebagai Brand Ambassador Spemdalas 2026.
Bagi Kayyisah, mengikuti grand final menjadi pengalaman yang menghadirkan perasaan campur aduk. Ia mengaku sempat merasa gugup dan kurang percaya diri. Namun, dukungan dari orang-orang di sekitarnya membuatnya semakin bersemangat mengikuti setiap tahapan kegiatan.
“Saya merasa deg-degan dan tidak percaya diri. Namun, di sisi lain, banyak orang dan lingkungan sekitar yang memberikan dukungan, baik secara langsung maupun melalui chat. Senang sekali rasanya mendapat dukungan dari banyak orang. Hal itu membuat saya semakin bersemangat,” ungkap Kayyisah.
Ia berharap bersama Julio dapat berkontribusi dalam kegiatan promosi dan publikasi sekolah. Keduanya diharapkan mampu mengenalkan berbagai program dan prestasi Spemdalas melalui komunikasi yang baik serta konten yang kreatif dan informatif.
Terpilihnya Kayyisah dan Julio bukan sekadar pencapaian, melainkan juga amanah untuk menjadi representasi positif sekolah. Melalui peran tersebut, keduanya diharapkan dapat menginspirasi teman-temannya agar terus berkarya, berani menunjukkan potensi, dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments