Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kebaikan Kecil yang Menuntun ke Surga

Iklan Landscape Smamda
Kebaikan Kecil yang Menuntun ke Surga
Foto: musharrafhussain.com
Oleh : Ferry Is Mirza Staf Pengajar AIK UMM

Pernah bersemangat memulai sesuatu, lalu berhenti di tengah jalan? Hari pertama, membaca Al-Qur’an sampai beberapa halaman. Hari kedua, masih semangat.

Hari ketiga, mulai berkurang. Seminggu kemudian, mushaf kembali tersimpan di rak. Niatnya belum hilang. Hanya saja, kesibukan perlahan mengambil alih.

Begitu pula dengan salat sunah, zikir, dan berbagai kebaikan lainnya. Kita sering bersemangat melakukan banyak hal sekaligus. Namun, tidak semuanya sanggup kita pertahankan.

Kita ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Sayangnya, kadang kita terlalu sibuk mengejar banyaknya amal hingga lupa menjaga kesinambungannya.

Padahal, kunci kebaikan bukan semata-mata banyaknya, melainkan kesediaan untuk terus melakukannya.

Dari Aisyah radhiyallahu ’anha, Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang paling rutin dilakukan, meskipun sedikit.” (HR Muslim No. 783)

Pesan hadis ini begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Allah mencintai amal yang terus dijaga, meskipun jumlahnya tidak banyak.

Membaca satu atau dua ayat Al-Qur’an setiap hari, misalnya. Mungkin terasa kecil. Namun, jika dilakukan terus-menerus, ayat demi ayat akan menjadi bagian dari perjalanan hidup kita bersama Al-Qur’an.

Begitu pula dengan zikir pagi dan petang. Atau salat sunah dua rakaat yang dijaga di tengah kesibukan. Tidak selalu mudah. Ada rasa malas, ada pekerjaan yang menumpuk, ada tubuh yang lelah. Namun, justru di situlah istikamah diuji.

Kebaikan bukan hanya tentang apa yang mampu kita lakukan ketika sedang bersemangat. Kebaikan juga tentang apa yang tetap kita jaga ketika semangat mulai surut.

Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan bahwa salah satu balasan kebaikan adalah dimudahkannya seseorang melakukan kebaikan berikutnya. Kemampuan untuk terus beramal merupakan nikmat yang patut disyukuri.

Bayangkan seseorang yang setiap pagi menyisihkan beberapa menit untuk membaca Al-Qur’an. Ia tidak langsung khatam dalam beberapa hari. Tidak pula selalu membaca dalam jumlah yang sama. Namun, ia berusaha tidak membiarkan harinya berlalu tanpa berinteraksi dengan firman Allah.

SMPM 5 Pucang SBY

Bertahun-tahun kemudian, kebiasaan itu bukan lagi sesuatu yang terasa berat. Ia telah menjadi bagian dari hidupnya.

Begitulah kebaikan bekerja. Perlahan, tetapi membentuk. Kecil, tetapi mengakar.

Karena itu, jangan meremehkan amal yang tampak sedikit. Jangan pula buru-buru merasa gagal hanya karena belum mampu melakukan banyak hal.

Mulailah dari yang sanggup kita jaga. Satu atau dua ayat Al-Qur’an setiap hari. Zikir pagi dan petang. Dua rakaat salat sunah. Sedekah meskipun sedikit. Atau membantu orang lain tanpa menunggu diminta.

Pilihlah kebaikan yang mampu kita rawat, lalu usahakan agar ia terus hidup dalam keseharian.

Tentu, bukan berarti amal yang banyak tidak penting. Kita tetap perlu berusaha memperbanyak kebaikan sesuai kemampuan. Namun, jangan sampai keinginan melakukan banyak hal membuat kita justru berhenti melakukan semuanya.

Jika suatu hari terlewat, mulailah kembali. Jika hari ini hanya mampu sedikit, lakukanlah semampunya. Jangan biarkan satu kali terhenti berubah menjadi kebiasaan meninggalkan.

Kita tidak pernah tahu amal mana yang menjadi sebab turunnya rahmat Allah. Bisa jadi, bukan amal besar yang kita banggakan, melainkan kebaikan kecil yang diam-diam kita rawat selama bertahun-tahun.

Teruslah berjalan. Tidak harus selalu berlari. Tidak harus selalu melangkah jauh.

Sebab, perjalanan menuju Allah bukan hanya tentang seberapa cepat kita melangkah, tetapi juga tentang kesungguhan menjaga langkah itu.

Sedikit yang istikamah lebih baik daripada banyak yang hanya sesaat. Semoga kebaikan kecil yang kita rawat hari ini menjadi jalan menuju rida Allah dan surga-Nya. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 12/10/2026 03:26
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu