Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Keluarga Mas Mansur Terharu, Munas Tarjih Muhammadiyah Hidupkan Kembali Jejak Sang Pahlawan

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Keluarga Mas Mansur Terharu, Munas Tarjih Muhammadiyah Hidupkan Kembali Jejak Sang Pahlawan
Masjid Taqwa peninggalan KH Mas Mansur yang sudah direnovasi. Di masjid ini juga terdapat SD Mufidah. Foto: iqbal qurusy
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Kunjungan peserta Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih Muhammadiyah ke-XXXIII ke rumah KH Mas Mansur menjadi momen istimewa bagi keluarga pahlawan nasional tersebut.

Bagi keluarga, kegiatan ini bukan sekadar napak tilas sejarah, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan pemikiran KH Mas Mansur yang diwariskan kepada generasi penerus.

Ketua Yayasan Mas Mansur, Agus Rusyidi, yang akrab disapa Didik dan merupakan cucu mantu KH Mas Mansur, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas rencana kunjungan peserta Munas Tarjih ke-XXXIII di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), 5–7 November 2026.

Didik mengaku terharu karena keluarga besar KH Mas Mansur mendapat perhatian dalam agenda nasional Muhammadiyah tersebut.

Apalagi, kegiatan ini memberi kesempatan kepada anak, cucu, dan keluarga besar untuk kembali mengenang perjuangan tokoh yang menjadi bagian penting dalam sejarah Muhammadiyah.

“Alhamdulillah, kami sekeluarga sangat bersyukur dan berterima kasih. Kami merasa terhormat dan terharu karena keluarga Mas Mansur mendapat perhatian dalam kegiatan Munas Tarjih ini,” ungkapnya kepada PWMU.CO, Selasa (3/11/2026) malam.

Menurut Didik, kehadiran peserta Munas Tarjih juga menjadi kesempatan berharga bagi keluarga untuk memperkenalkan kembali sosok KH Mas Mansur kepada generasi muda Muhammadiyah.

Selama ini, tidak semua anggota keluarga memiliki kesempatan untuk hadir bersama dalam kegiatan yang berkaitan dengan sejarah dan perjuangan KH Mas Mansur.

“Kunjungan tersebut memiliki arti tersendiri bagi keluarga,” ucap Didik.

Sedianya, peserta Munas Tarjih Muhammadiyah akan mengunjungi Makam KH Mas Mansur di komplek Masjid Ampel dam Masjid Taqwa yang bangunannya jadi satu dengan SD Mufidah.

Mengembalikan Marwah SD Mufidah

Didik berharap perhatian terhadap KH Mas Mansur tidak berhenti pada penghormatan sejarah. Lebih dari itu, semangat perjuangan sang pahlawan perlu diteruskan melalui pendidikan yang mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas.

Salah satu warisan perjuangan keluarga yang ingin terus dikembangkan adalah SD Mufidah, sekolah yang berada di Jalan Kalimas Udik IC, Surabaya.

“Pendidikan menjadi bagian penting dari cita-cita KH Mas Mansur. Sekolah diharapkan mampu menjadi jalan untuk mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, dan memiliki kualitas kehidupan lebih baik,” papar dia.

Dia mengenang, dahulu masyarakat masih berpikir berkali-kali sebelum memasukkan anak ke SD Mufidah. Namun, kondisi pendidikan saat ini telah mengalami banyak perubahan dan kemajuan.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Sekarang sudah jauh berubah dan lebih maju. Kami terus berupaya mengembalikan marwah SD Mufidah agar menjadi lembaga pendidikan yang membanggakan dan mampu meneruskan cita-cita Mas Mansur,” ujarnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab keluarga untuk menjaga warisan KH Mas Mansur tidak hanya sebagai tokoh sejarah, tetapi juga sebagai sosok yang pemikiran dan perjuangannya tetap hidup melalui pendidikan.

Surabaya, Jejak Awal Perjuangan Tarjih

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag., menjelaskan, Surabaya dipilih sebagai lokasi Munas Tarjih Muhammadiyah ke-XXXIII karena memiliki keterkaitan historis dengan perjalanan Majelis Tarjih.

Kota ini menjadi tempat napak tilas pemikiran dan perjuangan KH Mas Mansur, tokoh Muhammadiyah asal Surabaya sekaligus pahlawan nasional yang dikenal sebagai salah satu anggota Empat Serangkai.

“Mas Mansur adalah peletak dasar ijtihad kolektif sekaligus ketua pertama Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” jelasnya saat memberikan keterang pers di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (2/11/2026).

Ustadi menambahkan, KH Mas Mansur memiliki peran penting dalam meletakkan fondasi pemikiran Tarjih Muhammadiyah sekaligus mewariskan gagasan kebangsaan.

Karena itu, seminar dalam rangkaian Munas Tarjih akan mengulas kontribusi pemikiran dan perjuangan KH Mas Mansur dalam konteks keislaman dan kebangsaan.

“Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa KH Mas Mansur, panitia juga menyiapkan pemberian penghargaan kepada keluarganya,” ungkapnya.

Selain itu, peserta Munas Tarjih akan mengikuti kegiatan Muhammadiyah Heritage Walk dengan mengunjungi rumah KH Mas Mansur, masjid yang berkaitan dengan awal gerakan ketarjihan yang dipeloporinya, serta makam beliau.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mempertemukan tradisi ijtihad Muhammadiyah dengan sejarah perjuangan tokoh yang meletakkan fondasinya.

Bagi keluarga KH Mas Mansur, kunjungan peserta Munas Tarjih menjadi pengingat bahwa warisan seorang tokoh tidak hanya tersimpan dalam catatan sejarah.

Warisan itu juga hidup dalam pendidikan, perjuangan, dan cita-cita yang terus diteruskan oleh generasi berikutnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 03/11/2026 18:13
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu