Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kemah Santri Muhammadiyah Nasional ke-2 Berjalan Sukses, Ini Pesan Ketua PP Muhammadiyah 

Iklan Landscape Smamda
Kemah Santri Muhammadiyah Nasional ke-2 Berjalan Sukses, Ini Pesan Ketua PP Muhammadiyah 
Kemah Santri Muhammadiyah Nasional ke-2 Berjalan Sukses, Ini Pesan Ketua PP Muhammadiyah . (Alfain/PWMU.CO)
pwmu.co -

Rangkaian Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) ke-2 Tahun 2026 resmi berakhir pada Rabu (24/9/2026) pagi di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Setelah berlangsung selama empat hari sejak Senin (21/9/2026), kegiatan yang diikuti 1.523 santri dari 132 regu utusan Pesantren Muhammadiyah se-Indonesia itu ditutup melalui upacara yang berlangsung khidmat dan penuh haru.

Upacara penutupan dimulai pukul 08.00 WIB. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr HM Saad Ibrahim, MA, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren PP Muhammadiyah (LP2 PP Muhammadiyah) Dr H Maskuri, M.Ed, Ketua LP2M PWM Jawa Timur Dr Pradana Boy ZTF.

Mengusung tema “Menyiapkan Kader Pemimpin Bangsa: Santri Muhammadiyah Disiplin, Mandiri dan Berprestasi”, KSMN II tidak hanya menjadi ajang perkemahan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan pengembangan potensi santri Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia.

Kemah sebagai Simbol Naik

Dalam amanatnya, KH. Saad Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontingen yang telah menjaga disiplin, kebersamaan, dan semangat selama mengikuti KSMN II.

Ia kemudian mengajak para santri melihat makna kemah bukan sekadar aktivitas tinggal di tenda. Menurutnya, kata kemah memiliki makna yang menarik jika dikaitkan dengan bahasa Arab.

“Kemah dalam bahasa Arab disebut khiyam. Dalam Surat ar-Rahman ayat 72 juga disebut khiyam, yang menggambarkan tempat yang terjaga,” ujarnya.

Yai Sa’ad menjelaskan, dalam percakapan sehari-hari orang biasa mengatakan “naik surga”, bukan turun ke surga. Sebaliknya, orang menyebut “jatuh” atau “kecemplung” ke neraka.

Menurutnya, lokasi KSMN II yang berada di kawasan pegunungan Coban Rondo juga menjadi simbol bahwa para santri Muhammadiyah harus memiliki orientasi untuk terus naik dan mencapai posisi yang lebih tinggi.

“Kemah saat ini juga berada di tempat yang tinggi. Maka makna kemah bagi para santri Muhammadiyah adalah diproyeksikan untuk naik yang tinggi,” pesannya.

Karena itu, Yai Sa’ad menekankan pentingnya membangun mindset yang jauh ke depan. Ia mengajak para santri tidak hanya memandang diri sebagai calon pemimpin.

“Pemuda hari ini, pemimpin masa depan, harus diubah menjadi pemuda hari ini, pemimpin hari ini dan masa depan,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan penting dalam penutupan KSMN II. Para santri diharapkan tidak menunggu masa depan untuk mulai mengambil peran, tetapi sejak sekarang berani belajar, berkarya, memimpin, dan memberi manfaat.

Bukan Sekadar Berkemah

SMPM 5 Pucang SBY

Sementara Ketua LP2 PP Muhammadiyah Dr H Maskuri, M.Ed, mengatakan KSMN merupakan kelanjutan dari pelaksanaan KSM pertama yang digelar di Karanganyar pada 2024.

“Dari Karanganyar 2024 sebagai KSM pertama, kini di Malang 2026 kita lanjutkan tongkat estafet,” ujar Maskuri kepada Suara Muhammadiyah.

Ia menegaskan, KSMN tidak dirancang sekadar sebagai kegiatan berkemah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk melatih karakter dan budaya Pesantren Muhammadiyah.

Menurutnya, terdapat 20 nilai budaya Pesantren Muhammadiyah yang hendak ditanamkan kepada para santri. Di antaranya keikhlasan, tafaqquh fiddin, kejujuran, disiplin, kemandirian, serta kemampuan berpikir maju.

“Tujuan kemah ini bukan sekadar berkemah, tetapi melatih nilai-nilai budaya Pesantren Muhammadiyah,” jelasnya.

Kontingen Sulsel Tempuh Laut

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana KSMN II Ustadz Ali Ahmadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pendamping, panitia, dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan.

Salah satu cerita menarik datang dari kontingen terjauh. Sebanyak 250 peserta dari Sulawesi Selatan harus menempuh perjalanan laut menggunakan kapal KM Dharma Kencana untuk mencapai Malang.

Menurut Ali, perjalanan panjang tersebut menjadi bukti semangat para santri untuk mengikuti KSMN II.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama seluruh peserta sehingga rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan sukses.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta KSM atas kerja samanya. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam menyambut dan melayani peserta selama kegiatan,” ujarnya.

Selama empat hari, para peserta mengikuti beragam kegiatan. Di antaranya cek kesehatan gratis, Musabaqah Hifdzil Quran, Musabaqah Dirasah Islamiyah, pidato bahasa Arab, story telling bahasa Inggris, ilqau al-qisshah atau penyampaian cerita dalam bahasa Arab, baris-berbaris, jelajah alam, kegiatan kepramukaan Hizbul Wathan, serta berbagai lomba keterampilan santri. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 24/09/2026 12:14
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu