Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Kemendikdasmen Terbitkan Buku Amerta, Ajak Anak Belajar Menghemat Air Sejak Dini

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Kemendikdasmen Terbitkan Buku Amerta, Ajak Anak Belajar Menghemat Air Sejak Dini
Dok: Kemendikdasmen
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Perbukuan menghadirkan buku Amerta karya Tama Kunkun untuk mengenalkan pentingnya air dan pelestariannya kepada murid. Melalui cerita dan ilustrasi yang menarik, buku ini mengajak anak-anak memahami keberadaan, sifat, manfaat, dan pemanfaatan air sekaligus pentingnya menjaga kelestariannya.

Buku Amerta dikembangkan dengan pendekatan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, materi tentang air tidak hanya disampaikan sebagai pengetahuan, tetapi juga diharapkan dapat mendorong anak menerapkan kebiasaan menjaga lingkungan.

Penulis Amerta, Tama Kunkun, menjelaskan bahwa buku tersebut mengangkat tema pelestarian lingkungan. Menurutnya, pemahaman mengenai air perlu diperkenalkan sejak dini agar anak-anak mengetahui manfaatnya sekaligus memahami dampak perilaku boros dan pencemaran air.

Nama Amerta berasal dari bahasa Sanskerta yang bermakna “air kehidupan”. Melalui buku ini, Tama ingin mengajak anak-anak memahami bahwa air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga kelestariannya.

Dalam proses penyusunan buku, Tama mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, termasuk buku pelajaran, buku elektronik, dan internet. Tantangan yang dihadapi adalah menerjemahkan materi ilmiah tentang air menjadi bahasa yang mudah dipahami anak-anak.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, ia menghadirkan tokoh Amerta sebagai personifikasi air yang menyampaikan cerita. Pendekatan ini dilengkapi ilustrasi dan fakta-fakta menarik agar materi lebih mudah dipahami.

“Kita berusaha menempatkan sebuah tokoh karakter yang biasanya anak-anak suka, seakan-akan dia yang membawakan ceritanya. Bagaimana supaya adik-adik tergugah untuk tidak boros dan mencemari air. Di bagian lain, kita juga memberikan ilustrasi tentang mitigasi bencana,” jelas Tama.

Pendekatan penyampaian materi melalui cerita dan ilustrasi mendapat respons positif ketika buku Amerta digunakan dalam pembelajaran.

Guru SD Negeri 006 Kramat Pagi, Mohamad Anwar Kurnaedi Saputra, mengungkapkan bahwa murid menunjukkan antusiasme dan minat baca yang baik. Menurutnya, perpaduan materi ilmiah dengan penyampaian berbentuk cerita memberikan pengalaman membaca yang berbeda bagi anak-anak.

Ia menilai tokoh cerita, ilustrasi, dan fakta unik dalam buku menjadi unsur penting untuk menarik perhatian murid sekolah dasar. Materi yang disampaikan melalui teks dan visual juga dapat memantik pertanyaan serta rasa ingin tahu anak.

Pertanyaan yang muncul kemudian dapat dikembangkan oleh guru melalui sumber belajar lain, diskusi, dan pengamatan. Dengan cara ini, kegiatan membaca dapat menjadi titik awal untuk memperluas pemahaman murid terhadap materi yang dipelajari.

Dalam pembelajaran, buku Amerta dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan berbagai konsep sains, seperti siklus hidrologi, sumber, sifat, dan manfaat air. Guru juga dapat mengajak murid menghubungkan informasi dalam buku dengan fenomena yang ditemukan di lingkungan sekitar.

Anwar menjelaskan bahwa pembelajaran di kelas dimulai dengan membaca bersama. Kegiatan dilanjutkan dengan eksplorasi materi, diskusi dan pengamatan, serta pengelolaan informasi.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Setelah memahami materi, murid diajak melakukan refleksi dan menerapkan aksi nyata, misalnya membiasakan diri menghemat air di sekolah maupun di rumah.

Dengan demikian, pemanfaatan buku ini tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan sains dan peningkatan literasi membaca, tetapi juga pada pembentukan karakter.

Murid diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, peduli terhadap lingkungan, serta mampu menerapkan kebiasaan menjaga dan menghemat air dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Pusat Perbukuan Kemendikdasmen, Supriyatno, menjelaskan bahwa Amerta merupakan salah satu buku yang dihasilkan melalui program kurasi pada 2024.

Program tersebut menyeleksi naskah-naskah potensial dari berbagai wilayah untuk kemudian dikembangkan menjadi buku yang sesuai dengan jenjang dan kemampuan membaca anak. Salah satu proses pengembangannya dilakukan melalui pendampingan para maestro penulis.

Supriyatno berharap program tersebut dapat mendorong lebih banyak pihak berkontribusi dalam penyediaan buku yang layak dibaca anak-anak.

“Buku-buku yang kami hasilkan lewat program kurasi ini tentunya kami sesuaikan dengan tema-tema yang menjadi program Kemendikdasmen. Semoga bisa menginspirasi Bapak/Ibu untuk turut berkontribusi dalam penyediaan buku yang layak baca oleh anak-anak, untuk mengembangkan kemampuan membaca,” tutur Supriyatno.

Melalui kegiatan Bedah Buku SIBI: Amerta yang melibatkan penulis, guru, akademisi, praktisi, dan masyarakat, Kemendikdasmen berharap praktik baik pemanfaatan buku dalam pembelajaran dapat diterapkan secara lebih luas.

Kehadiran sumber belajar yang sesuai dengan jenjang dan kemampuan membaca anak diharapkan membuat kegiatan membaca semakin menarik sekaligus bermakna.

Buku Amerta juga dapat menjadi sarana untuk menghubungkan literasi dan pembelajaran sains dengan pembentukan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui pemahaman tentang air, murid diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga terdorong untuk menjaga kelestarian sumber daya air dalam kehidupan sehari-hari.

Revisi Oleh:
  • Satria - 28/10/2026 17:02
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu