Drama musikal bertajuk Cahaya dari Kauman berhasil memukau para hadirin pada penghujung acara Malam Tasyakuran Milad ke-113 Muhammadiyah PDM Kota Batu yang berlangsung di GOR Gajahmada Kota Batu, Selasa (18/11/2025).
Drama ini dipersembahkan oleh siswa-siswi SMA Muhammadiyah 3 Batu dan mengisahkan kembali awal perjuangan Muhammadiyah di Kauman, Yogyakarta.
Sebanyak 23 siswa terlibat sebagai pemain dalam pementasan tersebut. Mengangkat tema sejarah gerakan tajdid atau pemurnian ajaran Islam, drama ini menyoroti upaya Muhammadiyah dalam membersihkan praktik takhayul, bidah, dan churafat (TBC) yang dahulu berkembang di masyarakat.
Cerita berlatarkan sebuah kampung bernama Kauman yang digambarkan masih kuat dengan tradisi animisme dan dinamisme. Warga kampung diceritakan melakukan penyembahan kepada Allah SWT melalui perantara sesajen kepada leluhur. Konflik dimulai ketika seorang anak kecil mempertanyakan praktik tersebut.
“Apakah benar ini cara kita menyembah Tuhan?” ujarnya dalam salah satu adegan yang menjadi titik balik cerita.
Tokoh anak itu kemudian belajar ajaran Islam yang benar melalui bimbingan KH Ahmad Dahlan. Dalam drama, KH Ahmad Dahlan digambarkan sebagai sosok yang gigih memperjuangkan pemurnian ajaran Islam agar umat kembali merujuk pada Al-Qur’an dan Sunnah.
Namun, perjuangan itu tidak mudah; ia menghadapi penolakan dari warga yang merasa tradisi lama mereka terganggu dan enggan menerima perubahan.
Ketegangan mereda ketika seorang kiai sepuh tampil dan memberikan nasihat menyejukkan. Ia menegaskan bahwa sesama muslim seharusnya saling mengingatkan dalam kebaikan.
“Kita melindungi agama ini bukan karena nama kita, tetapi karena cinta kita kepada-Nya,” menjadi pesan moral utama yang menggerakkan perubahan dalam alur drama.
Pertunjukan ditutup dengan adegan aksi bela diri yang melambangkan upaya simbolis memberantas TBC (takhayul, bidah, dan churafat). Adegan ini menjadi metafora bahwa generasi muda harus berani melawan praktik yang tidak sesuai dengan tuntunan Islam.
Walau ditampilkan di akhir acara, drama kolosal ini mampu menyedot perhatian seluruh warga Muhammadiyah yang hadir.
Keberhasilan para siswa SMA Muhammadiyah 3 Batu dalam pementasan tersebut menunjukkan tingginya kreativitas, kekompakan, dan kecintaan mereka terhadap sejarah perjuangan Muhammadiyah.


0 Tanggapan
Empty Comments