Kepala SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo (Smamuga) Hartatik, S.Pd., menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Unggul 2026.
Kegiatan yang digelar Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini berlangsung di BBPPMPV BisPar (Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bisnis dan Pariwisata), Depok, Jawa Barat, Senin-Rabu (28-30/9/2026).
Keikutsertaan Smamuga dalam forum nasional tersebut disampaikan Hartatik saat memimpin rapat sosialisasi sekaligus pamitan bersama guru dan karyawan di sekolah, Jumat (25/9/2026).
Bagi Hartatik, kesempatan tersebut terasa istimewa. Selain menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan Smamuga mempertahankan predikat Unggul Madya Nasional (Excellent School) dalam Muhammadiyah Future School (MFS), Rakornas ini juga berlangsung di penghujung masa jabatannya sebagai kepala sekolah.
Kepercayaan dan Momentum Strategis
Smamuga yang berlokasi di Jalan Raya Kenongo, Tulangan, Sidoarjo, telah berulang kali menunjukkan konsistensinya dalam menjaga mutu pendidikan. Keikutsertaan dalam Rakornas yang mengusung tema “Merawat Keunggulan dan Daya Saing Global” menjadi bagian dari agenda strategis untuk memperkuat kualitas sekolah Muhammadiyah.
Rakornas tersebut menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi, sinergi, komunikasi, dan kolaborasi antarsatuan pendidikan menengah Muhammadiyah, baik SMA, SMK, maupun MA.
Ada tiga fokus utama yang dibahas dalam forum nasional tersebut.
Pertama, akselerasi sekolah unggul melalui evaluasi dan pematangan progres capaian program sekolah dan madrasah unggul Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Kedua, berbagi praktik baik (sharing best practices). Forum ini menjadi ruang bagi kepala sekolah dan pengelola pendidikan untuk bertukar gagasan, inovasi manajemen sekolah, serta strategi peningkatan mutu guna melahirkan lulusan yang berdaya saing global.
Ketiga, peningkatan kompetensi vokasi dan akademik. Sekolah didorong agar semakin adaptif terhadap perkembangan era digital serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Forum nasional ini menghadirkan sejumlah pimpinan dan tokoh pendidikan. Di antaranya Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si.; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.; Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pendidikan Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd.; serta Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah H. Didik Suhardi, Ph.D.
Hadir pula Asisten Khusus Presiden RI Dirgayuza Setiawan, B.A., M.Sc.; Sekretaris Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah Dr. HM. Khoirul Huda, M.Pd.; serta sejumlah pejabat Kemendikdasmen RI, perwakilan KADIN, tokoh pengembangan growth mindset, dan kepala sekolah berprestasi dari berbagai daerah.
Catatan Indah Delapan Tahun Pengabdian
Bagi Hartatik, keikutsertaan dalam Rakornas tersebut menjadi catatan tersendiri. Setelah delapan tahun atau dua periode mengemban amanah sebagai kepala sekolah, ia mengakhiri masa tugasnya pada 30 September 2026.
Dalam suasana haru pada rapat pamitan, Hartatik menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf kepada seluruh civitas akademika Smamuga.
“Delapan tahun bukan waktu yang singkat. Jika selama ini ada sikap, perkataan, atau perbuatan saya yang kurang berkenan, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Terima kasih atas sinergi dan kerja sama luar biasa seluruh guru dan karyawan,” ungkapnya penuh haru.
Ia menegaskan, berbagai capaian Smamuga bukan hasil kerja individu, melainkan buah dari ikhtiar bersama. Capaian tersebut mencakup penguatan karakter Islam, pembinaan tahfidz, pengembangan minat dan bakat, prestasi akademik dan nonakademik, hingga keberhasilan mengantarkan siswa masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Menitipkan Estafet Keunggulan
Di akhir masa kepemimpinannya, Hartatik menitipkan pesan agar tradisi keunggulan Smamuga terus dirawat dan ditingkatkan oleh kepemimpinan berikutnya.
“Tetap semangat mencari siswa, semangat menjaga almamater tercinta, dan terus bersinergi memajukan Smamuga agar tetap be the best,” pesannya.
Ia berharap Smamuga tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang telah diraih.
“Kalau sekarang kita berada di tingkat Unggul Madya Nasional, mudah-mudahan kepemimpinan berikutnya mampu membawa Smamuga melesat meraih predikat Unggul Utama Nasional tingkat SMA Muhammadiyah se-Indonesia,” harapnya.
Berakhirnya masa kepemimpinan Hartatik menjadi penanda dimulainya estafet baru di Smamuga. Kepemimpinan boleh berganti, tetapi semangat menjaga mutu dan memperjuangkan dakwah pendidikan di Smamuga diharapkan terus menyala. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments