Islam menekankan pentingnya amal shaleh sebagai bukti keimanan. Amal shaleh menjadi syarat seseorang meraih ketenangan hidup dan mendapatkan surga yang dijanjikan Allah, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah ayat 25:
“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya…”
Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat ikhlas akan dibalas dengan pahala yang besar.
Musibah banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara telah menyisakan duka mendalam. Banyak warga kehilangan rumah dan harta benda. Jika kita menyaksikan langsung, hati pasti terenyuh sebagaimana yang tampak melalui berbagai pemberitaan di layar kaca.
Para korban sangat membutuhkan uluran tangan saudara-saudaranya. Kondisi ini menjadi momentum bagi kaum beriman untuk menghadirkan amal shaleh sebagai bentuk nyata kepedulian sosial.
Menolong Korban: Tugas Mulia
Di lapangan, kita menyaksikan Basarnas, TNI, Polri, dan relawan bekerja tanpa henti. Mereka mencari korban hilang, mengevakuasi yang terdampak, membangun jembatan darurat, membersihkan puing, hingga memulihkan akses warga.
Kesabaran dan ketangguhan mereka layak diapresiasi. Tidak sedikit di antara mereka yang juga terdampak bencana, namun tetap memilih mengabdi demi kemanusiaan.
Biasanya bantuan dari berbagai pihak, termasuk organisasi, komunitas, hingga relawan partai politik, akan berdatangan. Namun penting untuk diingat: bencana bukan panggung pencitraan. Yang dibutuhkan para korban adalah ketulusan, bukan pertunjukan kepedulian.
Bentuk Kepedulian Sosial
Islam mengajarkan agar kaum beriman saling menolong dalam kebaikan. Memberi bantuan kepada korban bencana, ketika diniatkan karena Allah menjadi amal ibadah yang berpahala.
Di lingkungan Muhammadiyah, penyaluran bantuan dapat dilakukan melalui Lazismu, yang telah memiliki sistem distribusi terpercaya. Amal Usaha Muhammadiyah juga dapat digerakkan untuk mengumpulkan donasi yang nantinya diserahkan ke PDM setempat.
Masjid-masjid pun bisa berpartisipasi, misalnya menyisihkan sebagian kotak infak pekanan. Jika ada instruksi resmi dari PWM Jawa Timur, struktur pimpinan di bawahnya dapat bergerak bersama secara lebih terorganisir. Yang terpenting, bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Hingga kini, para korban masih dalam kondisi memprihatinkan. Setiap bantuan yang datang tentu memberi kelegaan, meski penderitaan mereka belum sepenuhnya sirna. Karena itu, selain memberikan bantuan materi, kita juga perlu mendoakan mereka.
Doa juga selayaknya dipanjatkan untuk para relawan yang dengan penuh risiko berjuang mencari korban dan memulihkan kondisi daerah terdampak.
Semoga Allah meringankan derita saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Semoga keadaan segera membaik, kehidupan kembali stabil, dan masyarakat dapat bangkit dalam suasana yang lebih kondusif. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments