SMP Muhammadiyah 13 Kalen melaksanakan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah pada hari pertama masuk setelah libur Hari Raya Idulfitri 1447 H. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan setelah pelaksanaan apel pagi dan halalbihalal di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang berlangsung di halaman dan seluruh area sekolah tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekolah setelah ditinggalkan selama masa libur. Seluruh peserta terlibat dalam membersihkan berbagai area, mulai dari halaman, ruang kelas, taman sekolah, hingga saluran air yang dipenuhi sampah dan dedaunan kering.
Sejak pagi, kegiatan diawali dengan apel dan halalbihalal, kemudian dilanjutkan dengan pengarahan kepada siswa untuk mengambil peralatan kebersihan seperti sapu, pengki, dan perlengkapan lainnya. Guru turut mendampingi dan terlibat langsung dalam kegiatan tersebut bersama siswa.
Kepala SMP Muhammadiyah 13 Kalen, Imamul Barri, S.E., S.Pd., menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah.
“Lingkungan sekolah ini adalah milik kita bersama. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga kebersihannya. Jika lingkungan bersih, maka kegiatan belajar juga akan terasa nyaman,” ujarnya di hadapan siswa dan guru.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan kerja bakti tidak hanya bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi siswa dalam menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab.
Sementara itu, guru Bahasa Inggris, Agus Arif Mutohir, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan kebersihan merupakan tanggung jawab bersama antara siswa dan guru.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya siswa saja yang melaksanakan. Bapak dan ibu guru juga harus ikut serta membersihkan bersama siswa. Guru harus menjadi teladan yang baik, bukan hanya sekadar memerintah, tetapi juga memberi contoh dan membersamai,” tuturnya.
Kegiatan kerja bakti berlangsung dengan partisipasi aktif dari siswa. Mereka membersihkan halaman, mengumpulkan sampah, serta menata ruang kelas masing-masing. Guru dan siswa terlihat bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kebersihan di berbagai titik area sekolah.
Salah satu siswa kelas VIII, Rehan, menyampaikan pengalamannya mengikuti kegiatan tersebut.
“Seru sekali, walaupun capek tapi jadi senang karena bisa kerja sama bareng teman dan guru. Sekolah juga jadi bersih,” katanya.
Dalam pelaksanaan kegiatan, juga terjadi interaksi antara siswa dan guru terkait pembagian tugas kebersihan.
“Pak, ini sampahnya dibuang ke mana?” tanya seorang siswa.
“Dikumpulkan dulu di depan, nanti kita buang bersama-sama,” jawab guru.
“Ayo, yang di pojok kelas dibersihkan juga, biar benar-benar rapi,” ujar seorang guru.
“Iya, Bu. Biar kelas kita makin nyaman,” jawab siswa.
Setelah kegiatan berlangsung, kondisi lingkungan sekolah terlihat lebih bersih dan tertata. Halaman sekolah yang sebelumnya dipenuhi daun kering telah dibersihkan, ruang kelas menjadi lebih rapi, dan area sekolah tampak lebih terawat.
Melalui kegiatan ini, sekolah melaksanakan upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga sekolah. Kegiatan kerja bakti ini juga menjadi bagian dari pembiasaan nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments