Salah satu program kerja dari Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng Banyuwangi adalah kegiatan donor darah yang pada Jumat (19/9/2025) melaksanakan program tersebut di ruang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), dan diikuti oleh seluruh warga sekolah.
Sudah lebih dari dua dekade kegiatan donor darah SMA Muha dilakukan sejak sekolah masih berada di gedung lama di Jalan Diponegoro 60 Genteng, dan saat ini ditempati kampus Universitas Muhammadiyah 2 Jember di Banyuwangi.
Dari sekian lama perjalanan kerja sama SMA Muha Genteng dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi sudah terasa tidak ada sekat ketika akan ada kegiatan donor darah, tinggal WhatsApp langsung direspon oleh pihak PMI.
“Hanya saja yang menjadi kendala adalah berbenturan waktu dan kegiatan sekolah sehingga jarak setiap enam bulan sekali sering mundur, kalau kita laksanakan per tiga bulan sekali, waktu juga yang membatasi,” ujar Mukson Hidayat, M.T. selaku guru pembina PMR Wira SMA Muha Genteng.

Keseruan Donor Pemula
Untuk kegiatan donor tahun ini banyak diikuti oleh para pendonor pemula terutama dari kelas X. Ada yang sangat berani, tetapi umur belum mencukupi. Ada yang sangat antusias ingin donor, tetapi takut melihat jarum donor. Ada yang sudah siap lahir batin, namun terkendala dengan gejala animea.
Di satu sisi ada yang bersemangat, di sisi lain ada faktor yang tidak membolehkan, sehingga keseruan pendonor pemula membuat suasana celoteh kian menambah suasana menjadi kelucuan.
Kendala donor darah juga dialami oleh bapak ibu guru. Hampir seluruh guru dan karyawan mengisi formulir antrian untuk donor, namun setelah dilaksanakan pengecekan awal ada beberapa bapak guru yang tensinya melebihi aturan. Meski bapak tersebut ngeyel untuk tetap donor, pihak PMI tetap menolaknya.
Ada juga yang terkendala dengan hemoglobin (HB) melebihi ambang batas ketentuan, sehingga tidak bisa diikutkan donor, dan ada pula yang tensinya terlalu rendah terutama dari ibu-ibu guru juga tidak diperkenankan donor.
Satu minggu sebelum pelaksanaan donor darah sudah kami sosialisasikan ke setiap kelas, bahkan lewat media sosial grup WA sekolah, dan pesertanya cukup banyak melebihi tujuh puluh peserta termasuk dari guru dan karyawan
“Setelah pelaksanaan donor darah hanya mendapat 33 ampul dikarenakan banyak kendala yang menyebabkan para pendonor tidak bisa mendonorkan darahnya,” terang Amadea Renata Sari (XII.5) selaku ketua PMR Wira.
Kegitan donor darah warga SMA Muha Genteng yang dimulai pukul 08.30 WIB, dan diakhiri pukul 11.00 WIB.
Dikarenakan banyak peserta yang terkendala tidak bisa donor, menjadi keseruan bagi para donor pemula dan pengalaman pertama mengikuti donor darah.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments