Pagi di SD Muhammadiyah 1–2 Taman (SD Mumtaz) biasanya riuh dengan tawa, langkah kaki kecil, dan celoteh anak-anak yang berlarian menuju kelas. Namun kini, suasana itu berganti sunyi. Papan tulis yang biasanya penuh coretan angka dan huruf kini seakan rehat, kursi dan meja tertata rapi tanpa penghuni.
Meski begitu, semangat belajar tidak ikut menghilang. Dari ruang-ruang rumah sederhana, cahaya semangat justru menyala lewat layar gawai. Anak-anak Mumtaz hadir dengan antusias, menyapa guru, dan siap menapaki hari dengan belajar daring.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Nomor 400.3/3497/438.5.1/2025 tentang Keamanan dan Keselamatan Kegiatan Pembelajaran.
Demi menjaga kesehatan dan keselamatan warga sekolah, pembelajaran tatap muka dihentikan sementara dan dialihkan ke ruang digital.
Namun, bagi SD Mumtaz, kelas daring bukan sekadar perpindahan ruang belajar. Ia justru menjadi panggung baru untuk berinovasi.
Guru-guru berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful—sebuah pengalaman belajar yang tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran, memberi makna, dan menghadirkan kebahagiaan.
Hal ini ditegaskan oleh salah satu guru SD Mumtaz, Syarifah Chusnah SPd. “Kami berusaha untuk tetap menjadikan pembelajaran daring yang tidak membosankan namun tetap bermakna bagi anak-anak. Dengan memanfaatkan teknologi, kita bisa menciptakan pengalaman belajar yang interaktif,” ujarnya.
Inovasi digital pun bermunculan. Saat berlatih soal, anak-anak tidak lagi hanya menulis di kertas, tetapi bermain kuis interaktif melalui Educaplay, Wayground, dan Wordwall membuat belajar serasa bermain.
Lebih dari sekadar teknologi, guru SD Mumtaz menghadirkan pembelajaran yang menyentuh hati. Mindful learning lahir dari sapaan hangat di awal pertemuan, refleksi singkat yang menenangkan, hingga permainan kecil yang menghidupkan suasana.
Meaningful learning tumbuh saat materi dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari, membuat pelajaran terasa nyata dan berguna. Dan joyful learning hadir lewat tawa, diskusi, dan kolaborasi di ruang maya, menjadikan kelas daring bukan sekadar layar, tetapi ruang kebersamaan penuh warna.
Keberhasilan ini juga lahir berkat dukungan orang tua yang setia mendampingi. Mereka menjadi saksi semangat anak-anak yang tetap ceria meski belajar dari rumah, bahkan menanti dengan gembira setiap sesi pembelajaran daring.
Dengan sigap menindaklanjuti surat edaran dan melahirkan inovasi pembelajaran kreatif, SD Mumtaz membuktikan bahwa keselamatan dan mutu pendidikan dapat berjalan beriringan.
Dari layar kecil di rumah, semangat besar terus memancar. Jarak memang memisahkan, tetapi tidak mampu memutus cahaya ilmu. Keyakinan itu tumbuh kuat, pendidikan akan selalu menemukan jalannya baik di ruang kelas nyata maupun maya.
Bersama SD Mumtaz, anak-anak belajar dengan hati yang tenang (mindful), menemukan makna dalam setiap proses (meaningful), dan menari dalam keceriaan yang tak pernah padam (joyful).
Inilah bukti nyata, meski papan tulis berganti layar, cerita belajar Mumtaz tetap hidup, penuh warna, dan membahagiakan.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments