Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Ketua Kwarcab Hizbul Wathan Mantup Bekali Peserta Perjusami Sejarah dan Nilai Kepanduan

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Ketua Kwarcab Hizbul Wathan Mantup Bekali Peserta Perjusami Sejarah dan Nilai Kepanduan
Ketua Kwarcab Hizbul Wathan Kecamatan Mantup saat memberikan materi pada Perjusami SMP Muhammadiyah 22 Mantup, Jumat (16/10/2026). Foto: Amalia Kusuma Citra.
pwmu.co -

Suasana malam Perkemahan Jumat, Sabtu, dan Minggu (Perjusami) Hizbul Wathan SMP Muhammadiyah 22 Mantup semakin semarak.

Pasalnya, hadir Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Hizbul Wathan Kecamatan Mantup, Ramanda Verdiansyah Qomar R SPd, yang menyampaikan materi tentang Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan pada Jumat malam (16/10/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan setelah salat Isya tersebut disambut dengan antusiasme tinggi oleh seluruh peserta perkemahan.

Kehadiran Ramanda Verdiansyah menjadi kesempatan berharga bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan.

Mulai dari sejarah berdirinya, perkembangan gerakan, kode kehormatan, hingga makna simbol dan lambang yang menjadi identitas kepanduan di lingkungan Muhammadiyah.

Peluas Wawasan, Tingkatkan Kecintaan

Materi ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Perjusami yang berlangsung Jumat-Minggu (16–18/10/2026) di halaman SMP Muhammadiyah 22 Mantup.

Sejak kegiatan dimulai, para peserta tampak bersemangat mengikuti setiap penjelasan yang disampaikan.

Kehadiran Ketua Kwarcab Hizbul Wathan Kecamatan Mantup memberikan motivasi tersendiri bagi peserta untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kecintaan terhadap organisasi kepanduan yang mereka ikuti.

Dalam pemaparannya, Ramanda Verdiansyah terlebih dahulu memperkenalkan sejarah Hizbul Wathan sebagai gerakan kepanduan yang tumbuh di lingkungan Muhammadiyah.

Ia menjelaskan bahwa Hizbul Wathan bukan sekadar kegiatan untuk berkemah, bermain, atau mempelajari keterampilan di alam terbuka.

Melainkan juga sarana pendidikan karakter yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selanjutnya, peserta diajak memahami Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan sebagai wadah pembinaan generasi muda agar menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, terampil, bertanggung jawab, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Melalui kegiatan kepanduan, peserta didorong untuk mengembangkan potensi diri, belajar bekerja sama, dan membiasakan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.

Materi berikutnya membahas kode kehormatan Hizbul Wathan, yang menjadi pedoman bagi setiap pandu dalam bersikap dan bertindak.

Sekadar Teori Tak Cukup

Ramanda Verdiansyah menekankan bahwa seorang pandu tidak cukup hanya mengenal organisasi dan memahami teorinya, tetapi juga harus menunjukkan nilai-nilai kepanduan melalui tindakan nyata.

Kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, serta semangat tolong-menolong merupakan nilai yang perlu dibiasakan, baik selama perkemahan maupun dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Menurutnya, menjadi pandu Hizbul Wathan bukan hanya soal mengenakan seragam atau mengikuti kegiatan perkemahan.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Lebih dari itu, kalian harus memahami nilai-nilai yang diajarkan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tunjukkan bahwa seorang pandu adalah pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, suka menolong, dan mampu menjadi teladan bagi teman-temannya” pesan Ramanda Verdiansyah kepada para peserta.

Selain sejarah dan kode kehormatan, ia juga menjelaskan makna simbol serta lambang Hizbul Wathan sebagai identitas gerakan kepanduan.

Pengenalan terhadap lambang tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga, kecintaan, dan kesadaran peserta terhadap organisasi yang menjadi wadah pembinaan mereka.

Dengan memahami identitas gerakan, peserta diharapkan semakin menghargai nilai-nilai perjuangan dan pendidikan yang diwariskan oleh Hizbul Wathan.

Suasana kegiatan semakin meriah ketika Ramanda Verdiansyah mengajak seluruh peserta melakukan tepok Hizbul Wathan.

Bangkitkan Semangat Kebersamaan

Ajakan tersebut langsung disambut dengan penuh semangat oleh para peserta. Suara tepok HW menggema di area perkemahan, menciptakan suasana yang hangat, kompak, dan membangkitkan semangat kebersamaan.

“Mana semangat pandu Hizbul Wathan?” seru Ramanda Verdiansyah untuk membangkitkan antusiasme peserta.

“Semangat, Semangat, Semangat!” jawab para peserta secara serentak dengan penuh energi.

Interaksi tersebut membuat suasana malam perkemahan semakin hidup. Para peserta tidak hanya menjadi pendengar, mereka terlibat aktif dalam kegiatan. Semangat yang ditunjukkan melalui tepok HW menjadi gambaran antusiasme mereka dalam mengikuti pembinaan kepanduan.

Kegiatan penyampaian materi ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta mengenai sejarah, identitas, serta nilai-nilai yang menjadi landasan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan.

Melalui pembekalan langsung dari Ketua Kwarcab Hizbul Wathan Kecamatan Mantup, peserta memperoleh wawasan yang lebih luas. Sekaligus motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

Perjusami Hizbul Wathan SMP Muhammadiyah 22 Mantup tidak hanya menjadi ajang untuk membangun kemandirian melalui kegiatan perkemahan. Namun ruang pembelajaran untuk memperkuat karakter Islami dan semangat kepanduan.

Materi yang disampaikan Ramanda Verdiansyah menjadi salah satu upaya untuk menanamkan pemahaman bahwa setiap pandu memiliki tanggung jawab untuk menjaga kehormatan gerakan serta mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi, kegiatan malam tersebut menjadi pengalaman yang bermakna dalam rangkaian Perjusami 2026.

Diharapkan, semangat yang tumbuh selama perkemahan dapat terus terjaga dan menjadi bekal bagi peserta untuk menjadi generasi muda Muhammadiyah yang beriman, mandiri, disiplin, berakhlak mulia, serta siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 20/10/2026 16:02
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu