Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Ketua Kwarwil HW Jatim: Pemuda Harus Patriotik, Gigih, dan Berempati

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Ketua Kwarwil HW Jatim: Pemuda Harus Patriotik, Gigih, dan Berempati
Fathurrahim Syuhadi
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan (Kwarwil HW) Jawa Timur, Fathurrahim Syuhadi, mengajak generasi muda Indonesia menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026 sebagai momentum memperkuat semangat patriotisme, kegigihan dalam berkarya, serta kepedulian terhadap sesama, Rabu (28/10/2026)

Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2026 ini menjadi pengingat bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, membangun karakter bangsa, dan mempersiapkan masa depan Indonesia.

Menurut Fathurrahim Syuhadi, semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya dikenang melalui upacara dan seremoni. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, organisasi, maupun masyarakat.

“Pemuda Indonesia harus memiliki jiwa patriotik, gigih dalam memperjuangkan cita-cita, dan berempati terhadap kondisi masyarakat. Patriotisme bukan sekadar mencintai tanah air melalui kata-kata, tetapi juga dibuktikan dengan kontribusi nyata untuk bangsa dan negara,” ujarnya.

Patriotisme dalam Tindakan Nyata

Fathurrahim Syuhadi menjelaskan, nilai patriotik harus menjadi landasan bagi generasi muda untuk mencintai Indonesia, menghargai keberagaman, menjaga persatuan, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, pemuda dituntut mampu menggunakan kecerdasannya untuk hal-hal produktif. Mereka perlu menjadi generasi yang kritis, kreatif, berintegritas, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

Menurutnya, kecintaan terhadap Indonesia juga dapat diwujudkan dengan meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan ilmu pengetahuan, menjaga lingkungan, membangun kewirausahaan, serta aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

“Menjadi patriot tidak harus selalu berada di medan perjuangan seperti para pahlawan dahulu. Pelajar yang tekun belajar, guru yang mengabdi dengan tulus, kader yang aktif dalam organisasi, dan pemuda yang memberikan manfaat bagi masyarakat juga merupakan bagian dari perjuangan membangun Indonesia,” ungkapnya.

Gigih Menghadapi Tantangan Zaman

Lebih lanjut, Fathurrahim Syuhadi menegaskan bahwa kegigihan merupakan karakter penting yang harus dimiliki pemuda dalam menghadapi tantangan zaman.

Persaingan global, perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, serta perubahan sosial menuntut generasi muda untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi. Pemuda tidak boleh mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, tetapi harus menjadikannya sebagai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun budaya literasi, meningkatkan keterampilan, memperkuat karakter, serta menumbuhkan semangat berorganisasi.

“Pemuda harus berani bermimpi, tekun berproses, dan pantang menyerah. Jangan hanya menjadi penonton perubahan, tetapi jadilah pelaku sekaligus penggerak perubahan. Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Berempati dan Menghadirkan Manfaat

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Selain patriotisme dan kegigihan, Fathurrahim Syuhadi menilai empati menjadi nilai yang tidak kalah penting. Kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kepedulian masyarakat terhadap sesama.

Pemuda perlu memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial, seperti kemiskinan, ketimpangan pendidikan, kerusakan lingkungan, perundungan, dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Karena itu, generasi muda hendaknya membangun budaya gotong royong, saling menghormati, membantu mereka yang membutuhkan, serta menghindari sikap individualistis.

“Pemuda yang hebat bukan hanya mereka yang berhasil meraih prestasi untuk dirinya sendiri, tetapi juga mereka yang mampu mengangkat, menguatkan, dan menginspirasi orang lain. Empati menjadikan kecerdasan memiliki makna dan keberhasilan menghadirkan manfaat bagi sesama,” tuturnya.

Hizbul Wathan sebagai Wadah Pembentukan Karakter

Sebagai Ketua Kwarwil HW Jawa Timur, Fathurrahim Syuhadi menegaskan bahwa Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki semangat pengabdian.

Melalui kegiatan kepanduan, peserta didik dilatih untuk bekerja sama, memimpin, menghargai perbedaan, mencintai alam, dan mengembangkan kepedulian sosial. Pendidikan kepanduan tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan kepribadian.

Ia berharap nilai-nilai Sumpah Pemuda dapat terus diintegrasikan dalam kegiatan pendidikan dan perkaderan Hizbul Wathan, mulai dari Pandu Tunas Athfal, tingkat Athfal, Pengenal, Penghela, hingga Penuntun.

“Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan harus terus menjadi ruang pembinaan generasi yang berkemajuan. Kita ingin melahirkan pemuda yang kuat iman dan akhlaknya, luas pengetahuannya, terampil, mandiri, serta siap berkhidmat untuk umat, bangsa, dan kemanusiaan,” katanya.

Mengakhiri pesannya, Fathurrahim Syuhadi mengajak seluruh pemuda untuk menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai energi kolektif dalam menyongsong Indonesia yang lebih maju, adil, dan berkeadaban.

Menurutnya, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas karakter, kompetensi, dan kepedulian generasi mudanya.

“Jadilah pemuda yang patriotik dalam mencintai bangsa, gigih dalam berjuang, dan berempati dalam kehidupan. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Dari pemuda yang berkarakter lahir Indonesia yang kuat. Dari pemuda yang peduli tumbuh Indonesia yang bermartabat,” pungkasnya.

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98, 28 Oktober 2026. Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 28/10/2026 17:02
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu