Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jatim: KHGT Sarana Mempersatukan Umat Islam Dunia

Iklan Landscape Smamda
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jatim: KHGT Sarana Mempersatukan Umat Islam Dunia
pwmu.co -
Prof Dr H Achmad Zuhdi DH MFilI saat Khutbah di Masjid Al Mahdi. (Sumardani/PWMU.CO)
Prof Dr H Achmad Zuhdi DH MFilI saat Khutbah di Masjid Al Mahdi. (Sumardani/PWMU.CO)

PWMU.COPimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Grabagan Tulangan melalui Amal Usahanya Masjid Al Mahdi Perumtas 3 Grabagan Tulangan mengadakan salat Jum’at di Masjid Al Mahdi Grabagan, Jumat (17/06/25).

Sebagai Khotib dan Imam salat Jumat adalah Prof Dr H Achmad Zuhdi, DH, M Fil I selaku Ketua Majelis Tarjih dan Tadjid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim) dengan tema “Hijrah Menuju Islam Berkemajuan dan Kemandirian Umat: Menyambut Era Kalender Hijrah Global Tunggal (KHGT).

Hari ini menurut KHGT yang ditetapkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah tanggal 2 Muharram 1447 H sama dengan Saudi Arabia walaupun ada yang beda hari ini ada yang beranggapan tanggal 1 Muharram, yang penting kita memasuki tahun baru Islam 1447 H, ujarnya saat membuka khutbah.

Apa yang perlu dilakukan memasuki tahun baru 1447 H, tanya Khotib, maka ada 3 Hal penting yang harus di lakukan memasuki Tahun barub1447 H sebagai berikut.

Pertama muhasabah, evaluasi diri sendiri, Allah menciptakan manusia di dunia cuma sementara dan kehidupan akhirat kekal selamanya. Sudah seberapa banyak perintah Allah yang kita laksanakan, ini sangat penting nengukur diri sendiri apa sudah pantas masuk surganya Allah Swt.

Inilah pentingnya muhasabah, dimana ada pesan ulama barang siapa amalanya sama dengan hari kemarin maka orang ini tertipu dan barang siapa amalanya lebih jelek atau turun daripada hari kemarin, maka orang ini terlaknat, terang Khotib

Kedua berhijrah. Tahun baru Islam adalah hijrah, di mana tahun baru Islam muncul ini jaman Khalifah Umar Bin Khatab dimana saat itu mengumlulkan ulama untuk bermustrmwarah untuk menetapkan nama Tahun untuk umat Islam.

Peluncuran KHGT

Umur peristiwa hijrahnya Nabi bersama sahabatnya dari Mekkah ke Madinah memasuki tahun ke 17. Maka disitulah awal tahun Islam tercetus dan di tetapkan tahun ke-17 awal tahun Hijrah dan sampai sekarang masuk tahun baru 1447 H. Makna Hinrah sesunggunya bagi umat Islam adalah berusaha meninggalkan yg dilarang menuju melaksanakam perintah Allah, untuk lebih rajin, lebih semangat dan sepenuh hati, berubah menjalani hal yang lebih baik.

Dengan adanya KHGT Muhammadiyah kedepan mempunyai harapan umat atau bangsa bisa hijrah  mempunyai rujukan 1 Kalender di mana tanggal dan harinya sama yang disepakati bangsa-bangsa atau umat Islam di Indonesia dalam menetapkan hari besar Islam.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Ketiga meningkatkan ibadah. Ibadah sunmah terutama puasa di tanggal 10 Muharram, dalam hadist Muslim no. 1162  Nabi bersabda

“…   saat ditanya sahabat mengenail keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” terang Guru Besar UINSA.

Khotib menegaskan bahwa momentum hijrah tidak hanya sekadar ritual tahunan, tetapi harus dimaknai sebagai transformasi berkelanjutan menuju umat yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan semangat Islam berkemajuan. Ia mengutip peristiwa hijrah Rasulullah SAW sebagai lompatan strategis membangun peradaban Islam yang kokoh secara spiritual, sosial, dan politik, tambah Khotib

Khotib juga mengajak jamaah untuk mendukung inisiatif Kalender Hijrah Global Tunggal (KHGT) sebagai upaya menyatukan waktu umat Islam di seluruh dunia dalam satu sistem kalender hijriah yang akurat, modern, dan berbasis ilmu astronomi. KHGT menurutnya adalah bentuk kemajuan umat Islam global yang selama ini terfragmentasi dalam penentuan waktu ibadah dan hari besar Islam, terang Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jatim.

“Dengan KHGT, umat Islam bisa lebih kompak, terorganisir, dan menunjukkan peradaban yang maju. Ini bagian dari kemandirian umat dalam bidang sains dan teknologi falakiyah,” imbuhnya.

Khotib mengakhiri khutbab dengan membaca doa agar umat Islam mampu melanjutkan spirit hijrah dengan semangat pembaruan, persatuan, dan kemandirian, serta menjadi bagian dari perubahan dunia menuju peradaban Islam yang rahmatan. (*)

Penulis Sumardani Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡