Wisuda bukanlah akhir dari proses pendidikan di perguruan tinggi, melainkan awal memasuki kehidupan masyarakat. Ilmu pengetahuan dan gelar akademik yang diperoleh hendaknya memberikan dampak nyata bagi kehidupan sosial.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Dr. KH. Shodikin, M.Pd., dalam sambutannya pada Wisuda IV Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Lamongan (ITBADLA), Sabtu (24/10/2026).
Menurut Shodikin, para wisudawan dan wisudawati akan menghadapi berbagai tantangan sekaligus peluang setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Karena itu, mereka perlu mempersiapkan diri dengan keberanian, kecermatan, dan kemampuan mengambil keputusan secara tepat.
“Ketahuilah, setelah ini Anda dihadapkan pada tantangan dan peluang. Untuk itu, perlu keberanian dan kehati-hatian,” pesannya kepada para wisudawan.
Ia menegaskan, lulusan perguruan tinggi tidak seharusnya berhenti pada kebanggaan memperoleh gelar akademik. Mereka perlu segera terjun ke tengah masyarakat, mengamalkan ilmu, serta mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan.
Berani Memasuki Lorong Kehidupan
Dalam sambutannya, Shodikin memberikan motivasi agar para lulusan tidak ragu memasuki dunia kerja, dunia usaha, maupun ruang pengabdian sosial. Menurutnya, kehidupan setelah wisuda membutuhkan kesiapan mental, kreativitas, dan keberanian untuk mengambil peluang.
“Segeralah masuki lorong-lorong kehidupan dan menjadi CEO-CEO dalam berbagai bidang usaha,” ujarnya memberi motivasi.
Pesan tersebut mengandung harapan agar lulusan ITBADLA tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai akhlak yang diperoleh selama kuliah, para lulusan diharapkan mampu menjadi pribadi mandiri dan berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat.
Ilmu Harus Berdampak bagi Masyarakat
Shodikin juga mengingatkan bahwa pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab sosial. Ilmu yang diperoleh selama perkuliahan hendaknya diwujudkan dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Gelar akademik bukan sekadar identitas atau simbol keberhasilan pribadi, melainkan amanah untuk berkarya, memberikan solusi, dan ikut menjawab persoalan masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan Muhammadiyah yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, pembentukan akhlak, profesionalisme, dan pengabdian.
Wisuda IV ITBADLA mengusung tema “Melahirkan Insan Cerdas, Berakhlak, dan Profesional yang Berdaya Saing serta Berkemajuan.” Sebanyak 263 wisudawan dan wisudawati dari program diploma, sarjana, dan pascasarjana mengikuti prosesi wisuda tersebut.
Menutup sambutannya, Shodikin menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati. Ia berharap keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi menjadi bekal untuk menapaki kehidupan baru dengan penuh optimisme dan tanggung jawab.
“Selamat dan sukses Wisuda IV ITBADLA,” demikian pesan yang disampaikan kepada seluruh lulusan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments