Pembibitan calon hakim agama menjadi pembahasan serius dalam Kunjungan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.
Kunjungan berlangsung pada Jumat (9/10/2026) di Ruang Rapat PWM Jawa Timur.
Rombongan PTA Surabaya diterima oleh 3 Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.
Antara lain Dr H M Sholihin Fanani MPSDM, Dr H M Sulthon Amien MM, dan Ketua Dr Syamsuddin MAg.
Adapun dari PTA Surabaya hadir Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya Dr H Zulkarnain SH MH, Wakil PTA Drs H Arifin MH, hingga Hakim Tinggi Dr Haerudin MH.
Kemudian hadir pula Hakim Tinggi Drs Muhajir SH MHum dan Kabag Perencanaan dan Kepegawaian H M Nidzom Anshori SH MH.
Persiapan Milad ke-50 PTA
Mengawali kunjungan siang itu, Zulkarnain menyebut bahwa kunjungan ini dalam rangka Safari Milad ke-50 PTA.
Selain PWM Jawa Timur, silaturahim dilakukan juga ke pesantren, ormas, dan perguruan tinggi.
Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan dan mendapatkan informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang relevan.
Menurut Zulkarnain, baik Muhammadiyah maupun NU memiliki sejarah erat dengan Pengadilan Agama.
“NU dan Muhammadiyah bagi Peradilan Agama bukan orang asing” terangnya.
“Jika di NU ada Ibu dari Kiai Kikin yang merupakan ketua Hakim Perempuan Pertama, di Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan pernah menjadi Hakim Peradilan Agama” ujar Zulkarnain.
Lebih lanjut, Zulkarnain menuturkan bahwa acara puncak Milad Emas PCA ke-50 akan dihadiri oleh Ketua Mahkamah Agung, Prof Dr H Sunarto SH MH.
“Dua kegiatan monumental akan dilaksanakan, (yaitu) peresmian renovasi masjid PTA dan penerbitan 52 buku sejarah peradilan agama” kata Zulkarnain.
Buku-buku tersebut, lanjutnya, dibuat oleh 37 satuan kerja (satker) PTA Jawa Timur, yang semuanya membuat sejarah.
Pembibitan Calon Hakim
Di samping itu, Zulkarnain menyebut bahwa peradilan agama sedang berjuang untuk menambah kompetensi di bidang kepailitan syariah dengan membentuk peradilan khusus.
“Dukungan dari berbagai pihak diperlukan untuk mewujudkan peradilan kepailitan syariah ini” tutur Zulkarnain.
Zulkarnain menyarankan agar isu ini digaungkan di Jawa Timur untuk mempercepat realisasinya.
Lebih dari itu, PTA Surabaya juga mendorong Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTMA) untuk mengikuti program pembibitan calon hakim.
Program ini, menurut Zulkarnain, bertujuan untuk menyiapkan bibit-bibit hakim pengadilan agama.
“Saat ini, baru tiga Universitas Muhammadiyah yang terjangkau dalam program pembibitan calon hakim” bebernya.
Beberapa PTMA yang sudah bekerja sama dengan PTA Surabaya antara lain Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Muhammadiyah Jember





0 Tanggapan
Empty Comments