Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KH Ahmad Dahlan dan Sejarah Loge De Vriendschap yang Penuh Misteri

Iklan Landscape Smamda
KH Ahmad Dahlan dan Sejarah Loge De Vriendschap yang Penuh Misteri
Para peserta Muhammadiyah Historical Walk di depan gedung ex Loge De Vriendschap. Foto: Istimewa.

Sorot mata penuh kagum tampak dari wajah para peserta Muhammadiyah Historical Walk pada Ahad (9/11/2025) ketika mereka tiba di ex Gedung Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang pada masa kolonial dikenal sebagai Gedung Loge De Vriendschap—tempat berkumpulnya perkumpulan rahasia seperti Freemasonry.

Secara historis, Gedung tersebut erat kaitannya dengan ajaran Freemasonry yang berkembang saat itu, pengaruhnya diyakini menjadi salah satu faktor yang mendorong Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah untuk menegakkan kembali nilai-nilai Islam.

“Kawan-kawan kita saat ini berada di gedung Loge De Vriendschap atau orang mengenalnya dengan Loji Freemason,” ujar Pemerhati sejarah dari Surabaya, Nanang Purwono.

Nanang juga mengajak para peserta Muhammadiyah Historical Walk untuk menengok ke arah atas bagian depan gedung karena terdapat sebuah simbol seperti mata satu dengan bingkai segitiga.

Gedung tua yang diresmikan pada 1813 ini menyimpan jejak peradaban kolonial dan aktivitas Freemasonry yang menandai masuknya pengaruh Barat sekuler serta Kristenisasi yang mulai merambah masyarakat dan mengikis nilai-nilai keislaman.

Hal tersebut tidak bisa dilepaskan dari lahirnya Muhammadiyah. Saat itu, Kiai Ahmad Dahlan menaruh keprihatinan mendalam terhadap tumbuh suburnya sekolah-sekolah bercorak Barat yang dikelola oleh Freemasonry karena pendidikan tersebut cenderung mengabaikan nilai-nilai keislaman.

Ia juga prihatin dengan banyaknya sekolah Kristen yang disubsidi pemerintah Belanda, yang kerap berupaya melakukan Kristenisasi.

Dalam upayanya untuk mempertahankan dan memperkuat iman Islam di kalangan masyarakat Muslim Jawa, Ahmad Dahlan bersama rekan-rekannya berusaha mencari solusi atas situasi yang sangat sulit saat itu.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Pada 18 November 1912, KH Ahmad Dahlan kemudian mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah dengan kesadaran bahwa umat membutuhkan sebuah gerakan yang menjadi benteng keimanan sekaligus pendorong kebangkitan umat Islam.

Dengan demikian, pendirian Muhammadiyah tidak dapat dilepaskan dari keberadaan serta perkembangan pesat Freemasonry.

Pada awal berdirinya, Muhammadiyah mempunyai dua tujuan utama yakni menyebarkan ajaran agama Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Bumiputera di wilayah Residen Djokjakarta dan memajukan urusan agama bagi para anggotanya.

Tidak hanya mendirikan Muhammadiyah, Ahmad Dahlan saat itu juga aktif berdakwah kepada tokoh-tokoh penting, termasuk Dirk van Hinloopen Labberton (Theosofi-Freemasonry), Van Lith (Katolik Jesuit), dan elite keraton Jawa seperti Ki Ageng Soerjomentaram.

Gedung ex Loge De Vriendschap. Foto Istimewa.

“Gedung ini merupakan cagar budaya yang perlu dilestarikan karena memiliki nilai sejarah, budaya, dan arsitektur,” tegas Nanang.

Setelah mendengarkan penjelasan singkat tentang sejarah gedung dan memotret bangunan tersebut, para peserta langsung melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡