Penampilan Kharisma Nada dari MI Muhammadiyah 10 Yanggong turut memeriahkan pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur. Alunan angklung yang berpadu dengan lantunan shalawat menggema di Expotorium Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), Sabtu (17/10/2026).
Grup musik yang terdiri atas tujuh personel ini tampil percaya diri di hadapan ribuan peserta. Mereka membawakan lagu Selawat Bocah Cilik-Cilik dengan iringan angklung yang harmonis. Penampilan tersebut menjadi salah satu persembahan seni yang menunjukkan kreativitas dan potensi siswa madrasah.
Kharisma Nada merupakan ekstrakurikuler MI Muhammadiyah 10 Yanggong yang memanfaatkan angklung, alat musik tradisional khas Jawa Barat, sebagai sarana mengembangkan bakat dan kreativitas siswa. Kegiatan ini telah berjalan selama dua tahun dengan jadwal latihan sekali sepekan di bawah bimbingan Anazih, S.Pd.
Pemilihan angklung bukan tanpa alasan. Selain memiliki karakter bunyi yang khas, alat musik ini menuntut kekompakan dan kerja sama antarpemain. Setiap siswa memiliki peran untuk menghasilkan harmoni. Karena itu, penampilan yang apik membutuhkan latihan rutin, kedisiplinan, dan kebersamaan.
Kehadiran Kharisma Nada juga menjadi upaya madrasah menyediakan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang seni musik. Ekstrakurikuler ini dipilih karena memiliki keunikan tersendiri dan belum banyak dikembangkan di lingkungan sekolah maupun madrasah.
Kepala MI Muhammadiyah 10 Yanggong, Husna Umi Mursyidah, S.Pd.I., menegaskan bahwa pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Siswa juga perlu memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan di berbagai bidang.
“Madrasah tidak hanya berfokus pada bidang akademik. Anak-anak juga perlu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan minat dan bakatnya,” ungkapnya.
Karena itu, lanjutnya, madrasah menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah bagi siswa untuk bertumbuh sesuai dengan potensi masing-masing.
Menurut Husna, kegiatan ekstrakurikuler menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karena menghadirkan pengalaman belajar di luar kelas. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar disiplin, bekerja sama, membangun kepercayaan diri, serta berani menunjukkan kemampuan di hadapan orang lain.
Penampilan dalam pembukaan Musywil PWNA Jawa Timur menjadi kesempatan berharga bagi anggota Kharisma Nada untuk mengasah keberanian sekaligus memperkenalkan potensi madrasah kepada masyarakat luas.
Melalui Kharisma Nada, MI Muhammadiyah 10 Yanggong menunjukkan bahwa pendidikan madrasah tidak hanya mendorong prestasi akademik, tetapi juga memberi ruang bagi kreativitas seni. Harmoni angklung yang dimainkan tujuh siswa itu menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki potensi yang perlu dikembangkan dan diberi kesempatan untuk tampil. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments