Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Khatib Al-Falah Jalen Ingatkan Tujuh Adab Sambut Gerhana Bulan

Iklan Landscape Smamda
Khatib Al-Falah Jalen Ingatkan Tujuh Adab Sambut Gerhana Bulan
Ketua PCM Genteng, Taslim MPd saat menyampaikan khutbah shalat Gerhana Bulan di Masjid Al-Falah Jalen (Alib/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sejak pukul 23.00 WIB, Ahad (7/9/2025), jamaah Masjid Al-Falah Pusat Dakwah Muhammadiyah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jalen, Genteng, Banyuwangi, sudah mulai berdatangan untuk melaksanakan shalat Gerhana. Pada Senin (8/9/2025) tepatnya pukul 00.30 WIB, pelaksanaan shalat Gerhana di Masjid Al-Falah dimulai.

Dalam pelaksanaan shalat Gerhana, bertindak selaku imam H Nawachid MPd, Ketua Takmir Masjid Al-Falah Jalen. Sementara itu, khotbah disampaikan oleh Taslim MPd, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng, Banyuwangi.

Di tengah kesunyian malam, diiringi dinginnya cuaca sekitar masjid, keheningan semakin menambah kepasrahan kepada-Nya. Para jamaah terhanyut dalam kesyahduan menghambakan diri. Lantunan surat-surat panjang al-Qur’an menambah ketundukan jiwa.

Kemudian, kegiatan berlanjut dengan khutbah gerhana yang diawali dengan membacakan dan menjelaskan surat Yasin: 40.

“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya,” terang Taslim membuka khutbahnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Tujuh Adab Menyambut Gerhana Bulan

Dalam khutbah selanjutnya, Taslim menyitir fatwa Imam Al-Ghazali dalam risalahnya berjudul Al-Adab fid Din tentang adab menyambut gerhana bulan. Ada tujuh adab menyambut peristiwa terjadinya gerhana, yaitu:

  1. Senantiasa memiliki rasa takut. Setiap orang menunjukkan rasa takut kepada Allah Swt., bukan takut atas peristiwa gerhana yang tengah terjadi.
  2. Menampakkan rasa haru. Peristiwa gerhana merupakan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah Swt. sebagai pencipta sekaligus penguasa langit, bumi, beserta isinya. Oleh karenanya, rasa haru patut hadir bagi seseorang yang menyaksikan terjadinya gerhana.
  3. Segera bertobat. Beristigfar merupakan rangkaian dalam bertobat. Masjid adalah tempat yang tepat untuk beristigfar, termasuk mengamini doa yang dibacakan khatib, terutama saat salat gerhana berjamaah.
  4. Tidak bersikap mudah bosan. Sepanjang gerhana terjadi, sebaiknya seseorang merasa betah menyambut peristiwa ini sampai selesai pelaksanaan salat gerhana, yang cenderung memakan waktu lebih lama daripada salat-salat lainnya karena dalam setiap rakaatnya ditambah dua kali rukuk dan imam disunnahkan membaca surat al-Qur’an yang panjang.
  5. Segera melaksanakan salat. Saat gerhana terjadi, hendaknya disegerakan melaksanakan salat khusuf (gerhana bulan) dan dilakukan secara berjamaah, baik laki-laki maupun perempuan.
  6. Berlama-lama dalam salat. Salat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat dan di setiap rakaat ada dua bacaan Al-Fatihah dan dua bacaan surat al-Qur’an. Dengan demikian, dalam dua rakaat salat gerhana ada empat bacaan Al-Fatihah dan empat bacaan surat al-Qur’an.
  7. Merasakan adanya peringatan. Setiap orang hendaknya merasakan adanya peringatan terkait peristiwa gerhana yang merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah Swt. selaku pencipta dan penguasa langit, bumi, beserta isinya. Diharapkan dengan salat gerhana akan menambah ketakwaan kepada Allah Swt.

“Ketujuh adab tersebut sebaiknya dilakukan secara utuh karena dapat meningkatkan kesadaran kita akan kebesaran dan kekuasaan Allah Swt,” pungkas Taslim mengakhiri khutbahnya.

Pukul 02.00 WIB, salat gerhana usai. Takmir masjid kemudian menyambut jamaah dengan kopi atau teh hangat, ketan bubuk, dan pisang goreng.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu