اَلْـحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ،وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
قَالَ الله تَعَالَى: يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ وَ قَالَ الله تَعَالَ: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
Jamaah sholat idulfitri yang dirahmati Allah,
Mengawali aktivitas pagi pada hari ini mari kita panjatkan rasa puja dan puji syukur kepada Allah Swt atas kenikmatan yang telah diberikan kepada kita semua, ada nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga kita dapat menggerakkan langkah menuju lapangan ini dengan iman dan takwa kepada Allah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7
وَاِ ذْ تَاَ ذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَ زِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَا بِيْ لَشَدِيْدٌ
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
Sebuah renungan bagi kita dari ayat ini ketika kita bisa bersyukur niscaya Allah akan menambah nikmat kepada kita, namun bila mengkufuri nikmat yang telah Allah berikan maka sungguh azabnya sangat berat. Oleh karena itu, jangan sampai kita menjadi golongan yang kufur atas nikmat yang telah Allah berikan.
Sholawat dan salam senantiasa tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad Saw, sosok uswatun hasanah bagi seluruh manusia, yang telah memberikan keteladannya dari segi ibadahnya, muamalahnya, bahkan setiap lini kehidupannya dengan risalah yang beliau bawa ad-dinul islam
Jamaah sholat idul fitri yang dirahmati Allah,
Khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.
Hari ini adalah momentum istimewa bagi kita telah datang hari Idul Fitri, hari kemenangan setelah sebulan penuh kita berproses menjadi hamba yang bertakwa dalam madrasah ramadan. Namun kemenangan ini bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan keberhasilan kita dalam menjalankan ibadah puasa.
Melalui puasa, Allah mendidik kita bahwa jika sesuatu yang awalnya halal seperti makan dan minum di siang hari saja sanggup kita tinggalkan karena ketaatan, maka sejatinya kita pasti mampu menghindari hal-hal yang jelas diharamkan oleh Allah SWT.
Jamaah sholat idul fitri yang dirahmati Allah,
Islam merupakan sistem kehidupan yang mengatur perbuatan kita semua, ketika para nabi dan rasul diutus Allah memberi bekal berupa pedoman dalam berkehidupan, ada rasul diberikan kitab zabur, taurat dan injil sebagai penuntun arah dalam berkehidupan.
Demikian pula dengan Al-quran, sebuah pedoman yang menjadi sistem kehidupan dalam mengatur hubungan kita dengan Allah, manusia dan alam. Kunci dalam berkehidupan adalah dengan memperbaiki tiga hubungan yang penting dalam hidup, yang sering kita kenal sebagai _habluminallah, habluminannas, hablumin al-‘alam_
Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.
Jamaah sholat idul fitri yang dirahmati Allah,
Hubungan yang pertama kita perbaiki secara personal adalah hubungan kita dengan Allah. Ini meliputi ibadah kita kepadanya sebagaimana firmannya
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)
Inilah tujuan hidup kita. Ramadan telah melatih kita untuk ikhlas, sabar, dan taat. Artinya, ketika kita sudah khusyu dalam ibadah maka hubungan kita dengan Allah sudah baik. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali, bahwa hakikat ibadah bukan sekadar gerakan lahiriah, tetapi menghadirkan hati sepenuhnya kepada Allah.
Kita belajar dari kisah Rabi’ah al-Adawiyah, ia pernah berlari lari dengan membawa air dan api, lalu seorang bertanya kepadanya “mengapa engkau berlari sambil membawa air dan api”, Rabi’ah al-Adawiyah pun menjawab “aku ingin membakar surga dan aku ingin memadamkan neraka supaya manusia beribadah itu bukan karena takut neraka atau berharap surga, melainkan karena cintanya kepada Allah”. Melalui kisah ini, kita belajar bahwa puncak ketaatan adalah mencintai Allah di atas segalanya.
Ketika kita beribadah ikhlas lillahi ta’ala, surga adalah anugerah yang pasti Allah berikan, sebab Allah Maha Menepati Janji dan mustahil untuk mengingkari apa yang telah Dia tetapkan.
Jamaah sholat idul fitri yang dirahmati Allah,
Hubungan kedua yang perlu diperbaiki adalah Habluminannas, secara luas banyak ayat dalam Al-quran memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada sesama, tidak boleh menghina, mengambil haknya, bahkan menumpahkan darahnya. Allah menegaskan supaya kita bisa berbaik kepada sesama
وَا عْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـئًـا وَّبِا لْوَا لِدَيْنِ اِحْسَا نًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَا لْيَتٰمٰى وَ الْمَسٰكِيْنِ وَا لْجَـارِ ذِى الْقُرْبٰى وَا لْجَـارِ الْجُـنُبِ وَا لصَّا حِبِ بِا لْجَـنْبِۢ وَا بْنِ السَّبِيْلِ ۙ وَمَا مَلَـكَتْ اَيْمَا نُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَا نَ مُخْتَا لًا فَخُوْرًا
“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 36)
Hari idul fitri ini merupakan hari saling memaafkan, di mana kita membersihkan hati dari dendam, kebencian, dan permusuhan. Sebagaimana dicontohkan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq, yang tetap membantu orang yang pernah menyakitinya. Dan dijelaskan oleh Imam An-Nawawi, bahwa hak sesama manusia tidak gugur kecuali dengan kerelaan.
Maka mari kita saling memaafkan, menjaga lisan dan mempererat silaturahmi. Jangan sampai kita menjadi orang _muflis_ yakni orang yang bangkrut, sungguh kelak diakhirat akan ada orang yang ahli beribadah, rajin bersedekah, rajin menolong namun ia masuk kedalam neraka, ia masuk neraka disebabkan semasa didunia mendzalimi manusia, suka mencaci, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah, dan memukul orang lain.
Jamaah sholat idul fitri yang dirahmati Allah,
Tidak berhenti disitu Allah pun telah mengatur hubungan kita dengan alam semesta, dibalik tugas kita sebagai hamba, kita juga sebagai khalifah didunia
وَاِ ذْ قَا لَ رَبُّكَ لِلْمَلٰٓئِكَةِ اِنِّيْ جَا عِلٌ فِى الْاَ رْضِ خَلِيْفَةً
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi…” (QS. Al-Baqarah: 30)
Makna khalifah ini adalah manusia diberi mandat oleh Allah untuk mengelola, memakmurkan, dan menjaga kelestarian alam semesta sesuai dengan syariat-Nya, manusia memiliki otoritas untuk mengatur kehidupan di bumi, menegakkan keadilan, dan memimpin makhluk lainnya.
Predikat khalifah ini bukan sekadar gelar kehormatan, melainkan beban tanggung jawab. Manusia dibekali akal dan kehendak bebas untuk memilih antara membangun kemaslahatan atau membuat kerusakan. menjadi khalifah berarti menjadi manajer bumi yang wajib menjaga keseimbangan alam dan kedamaian antarmanusia
Dibalik kebebasan manusia untuk memilih antara membangun kemaslahatan atau membuat kerusakan. Allah Swt berfirman di surat Al-A’raf 7 ayat 56
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَ رْضِ بَعْدَ اِصْلَا حِهَا وَا دْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًا ۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.”
Allah menegaskan jangan berbuat kerusakan di bumi, karena banyak lautan tercemar, sampah berserakan, tanah longsor dan banjir itu disebabkan ulah tangan manusia. Artinya, kita adalah penjaga bumi, bukan perusak. Ibnu Katsir juga menjelaskan bahwa kerusakan di bumi mencakup segala bentuk perusakan terhadap kehidupan dan keseimbangan. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat peduli terhadap lingkungan.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.
Jamaah sholat idul fitri yang dirahmati Allah,
Dengan demikian. Mari bersama menerapkan sesuai syariat yang telah Allah perintahkan.
Mari kita jadikan Idul Fitri ini sebagai momentum untuk memperkuat hubungan dengan Allah, memperbaiki hubungan dengan sesama manusia dan menjaga hubungan dengan alam semesta. Agar kita mendapatkan keberkahan dari langit dan bumi sehingga mewujudkan negara yang _baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur._
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشَّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ, وَدَمِرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ, وَاحْمِ حَوْزَةَ الْإِسْلَامِ . وَاجْمَعْ كَلِمَةَ الْمُسْلِمِينَ عَلَى الْحَقِّ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِي سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَنَجَاةً مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ
اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأَمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّا بُ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَسِرِينَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَّمٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِينَ





0 Tanggapan
Empty Comments